Pemeliharaan Jalan Garuda Sakti Diduga Dikorup

Redaksi Redaksi
Pemeliharaan Jalan Garuda Sakti Diduga Dikorup
fin/riaueditor.com
Kilometer 2 Jalan Garuda Sakti yang rusak akibat pemeliharaan jalan yang dilakukan terkesan asal jadi.
PEKANBARU, riaueditor.com- Dugaan adanya kebocoran dana pada perbaikan jalan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Propinsi Riau tahun 2013 lalu, kini kembali mencuat ke permukaan. Salah satunya, pada proyek pemeliharaan Jalan Garuda Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Berdasarkan temuan riauditor.com, Selasa (27/5), pemeliharaan jalan yang dilakukan oleh Dinas PU Riau tahun 2013 lalu, terkesan asal jadi. Hal ini terlihat dari kerusakan di sepanjang ruas jalan. Titik paling parah berada di kilometer 2 Jalan Garuda Sakti Kelurahan Simpang Baru.

Meski saat itu volume kendaraan tak terlalu padat, namun sejumlah pengendara harus bergantian untuk melintas di kilometer 2 tersebut, agar tak terjebak masuk lobang.

Alex (36), warga sekitar jalan Garuda Sakti, antri kendaraan semacam ini masih tergolong sepi jika dibandingkan hari-hari biasa. Ia mengatakan, di hari biasa antri kendaraan bisa mencapai 1 kilometer ketika melintasi titik tersebut.

Lebih lanjut diceritakan, kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tersebut sudah tak terhitung lagi. Dan yang paling parah adalah ketika di malam hari.

"Kalau kecelakaan yang terjadi pada siang hari masih mendingan, karena masih ada warga yang mau menolong. Tapi kalau malam hari, saya ndak tahu. Yang jelas, hampir setiap malam benturan keras kerap terdengar disini," tutur Alex.

Menanggapi hal itu, Ketua LSM Forum Pengawasan Pembangunan Indonesia (FPPI), Harianto mengatakan sepengetahuan pihaknya, ruas jalan tersebut sudah dianggarkan tahun 2013 lalu.

"Kalau tak salah, Jalan Garuda Sakti sudah dianggarkan untuk dipelihara pada tahun 2013 lalu. Nilainya sekitar Rp 2 milyar lebih. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)-nya Yusferdi. Meski begitu, untuk memastikannya coba konfirmasi ke Kabid Bina Marga Riau," ucap Harianto.

Ia mengatakan, sejak awal pihaknya sudah meminta Kadis PU Riau untuk tidak menunjuk PPK yang berkinerja buruk dalam menangani proyek. Akan tetapi, masukan tersebut seolah tidak dipedulikan oleh PU Riau.

"Jujur saja ya, sejak Yusferdi ditunjuk jadi PPK pada 2012 lalu, banyak yang tak setuju. Karena Yusferdi berkinerja buruk. Kalau untuk mengkorup dana proyek, Yusferdi memang pantas dikedepankan. Tapi apa ini yang diharapkan," ujar Harianto bertanya.

Harianto menduga, kepemimpinan Yusferdi sejak menjabat PPK, banyak dimanfaatkan untuk melakukan korupsi. Sehingga semua proyek yang ia tangani tak berumur panjang, ucapnya seraya mencontohkan robohnya parit di Jalan Pesantren beberapa waktu lalu.

Untuk itu, ucap Harianto, pihaknya meminta Kadis Pu Riau Ir Muhammad agar betul-betul menunjuk PPK yang komit dalam menangani proyek. Dengan begitu, uang rakyat yang dianggarkan melalui APBD Riau, tidak terbuang sia sia, ucapnya. (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini