Mubazir, Mesin PDAM di Teluk Belitung Terbengkalai

Jadi tempat maksiat muda-mudi
Redaksi Redaksi
Mubazir, Mesin PDAM di Teluk Belitung Terbengkalai
SELATPANJANG, riaueditor.com- Keberadaan mesin PDAM penyuplai air bersih di Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti yang dibangun tahun 2005 lalu melalui APBD Kabupaten Bengkalis, kondisinya terbengkalai. Sangat disayangkan jika mesin senilai milyaran rupiah yang telah menjadi asset Pemkab Kepulauan Merantin ini tak difungsikan bahkan tak terurus.

Demikian halnya disampaikan Bustami, Ketua Karang Taruna Kecamatan Merbau, Selasa (8/7). Mesin yang seharusnya  difungsikan untk menyuplai air bersih kepada masyarakat ini memang sudah lama rampung pengerjaannya. Namun setelah selesai dibangun tahun 2006 lalu, entah kenapa hingga saat ini tak kunjung dioperasikan.

"Aset miliaran rupiah ini kini sejak selesai dibangun dibiarkan bersemak dan terbengkalai. Padahal, warga sangat membutuhkan air bersih. Apalagi saat ini musim kemarau, biasanya warga akan kesulitan memperoleh sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari," kata Bustami.

Menurutnya, mesin PDAM yang berlokasi tepatnya di RW 04 RT 04 Hulu Asam Kelurahan Teluk Belitung ini pernah diuji coba selama beberapa hari. Namun setelah itu tak berfungsi lagi. Ini tentunya menjadi tanda Tanya bagi warga, padahal pipa untuk mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah warga sudah dipasang semua.

"Kondisi bangunannya saat ini juga sudah memprihatinkan dan dikelilingi semak belukar. Parahnya lagi, pintu dan jendela bangunan PDAM ini sudah hilang entah kemana," tambah Bustami.

Di tempat terpisah, Ketua RT 04 Hulu Asam, Abdul Latif juga menyayangkan kondisi PDAM yang sudah terkesan mubazir tersebut. Kini bangunan PDAM ini oleh para anak-anak muda dijadikan tempat maksiat.

"Kalau kita pantau, khususnya malam minggu, sering pasangan muda-mudi masuk ke sana. Baru-baru ini saya dijumpai sejumlah benda-benda bekas pakai orang yang berpacaran. Ini sangat kita sayangkan, PDAM itu seperti sudah jadi tempat maksiat," ungkap Abdul Latif yang akrab disapa Dol.

Di pihak Pemkab, Camat Merbau Wan Abdul Malik turut mengaku prihatin dengan terbegkalainya  aset mesin PDAM penyuplai air bersih ini tersebut. Padahal ketika dulu dibangun, PDAM ini sangat diharapkan mampu mengatasi masalah kebutuhan air bersih warga.

"Entah apa sebab tidak dioperasikan. Kalau secara fisik, kondisi bangunan PDAM tersebut sudah selesai. Degan diserahkannya asset ini kepada Pemkab Meranti, hingga kini belum juga ada kejelasan akan diapakan asset ini, apakah akan dioperasikan atau uang rakyat miliaran rupiah ini dibiarkan terlantar begitu saja," ungkap Wan Abdul Malik.

Untuk diketahui, PDAM ini lengkap bersama sarana pendukung berupa pipa-pipa untuk mendistribusian air bersih ke rumah-rumah warga, selesai dibangun pada tahun 2006 lalu. Di masa itu Kepulauan Meranti masih tergabung dengan Kabupaten induk Bengkalis.

Setelah Kepulauan Meranti berpisah dengan kabupaten Bengkalis, seluruh asset-aset Pemkab Bengkalis yang ada di wilayah Kepulauan Meranti diserahterimakan kepada Pemkab Meranti, termasuk juga asset mesin PDAM di Kelurahan Teluk Belitung Kecamatan Merbau ini.(B2)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini