Meranti Minta Alokasi Dana APBD Riau yang Lebih Besar

Redaksi Redaksi
Meranti Minta Alokasi Dana APBD Riau yang Lebih Besar
azw/riaueditor.com
Meranti Minta Alokasi Dana APBD Riau yang Lebih Besar.
SELATPANJANG, riaueditor.com- Bupati Kepulauan Meranti H. Irwan Nasir berharap Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat alokasi dana yang lebih besar dari APBD Riau. Pernyataan itu disampaikanya di hadapan Wakil Ketua DPRD Riau dan rombongan Komisi B saat kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten termuda tersebut.

Menanggapi permintaan Bupati Irwan, Wakil Ketua DPRD Riau Manahara Manurung berjanji akan perjuangkan sedikitnya 200 Miliar untuk membantu sektor Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Industri.

"Setidaknya kami bisa perjuangkan 200 Miliar untuk Meranti, semua tergantung proposal, antarkan secepatnya kepada kami," ujar Manahara.

Pernyataan itu disampaikannya, setelah mendengarkan berbagai masukan dari Bupati Irwan dan SKPD, Camat serta tokoh masyarakat yang menghadiri acara dialog dalam rangka mensinergikan dan mempertajam program pemerintah Provnsi Riau yang di selaraskan dengan kebutuhan masyarakat Meranti, dalam menekan angka kemiskinan dan menunjang pembangunan di negeri sagu tersebut.

Dihadapan Wakil Ketua DPRD Riau Manahara Manurung, Sekretaris Komisi B Syamsurizal, anggota Firdaus, Karmila Sari dan Agus Riansyah. Bupati menyampaikan berbagai masukan untuk DPRD yang dapat menjadi acuan dalam penyusunan RAPBD Riau tahun 2016 mendatang. Sehingga Meranti tidak lagi di anak tirikan dengan jatah alokasi paling kecil di APBD Riau.

Berbagai masalah yang dihadapi Meranti berada di sektor Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Perdagangan yang merupakan potensi ekonomi strategis masyarakat Meranti.

Seperti di jelaskan Kadis Kehutanan dan Perkebunan Murod, saat ini luas perkebunan sagu masyarakat dan dikelola swasta mencapai 59 ribu hektar, Kelapa 34 ribu hektar, Karet 19 ribu hektar, tumpang sari seperti kopi seribuan hektar lebih.

Namun dari jumlah itu banyak terjadi kerusakan yang tidak bisa di remajakan karena keterbatasan dana. Untuk itu Murod meminta dukungan dari Komisi B DPRD Riau diperjuangkan dalam APBD Riau.

Selain itu penyediaan bibit unggul sagu berkwalitas tinggi untuk perkebunan masyarakat, setidaknya 250 bibit dikali 500 Ha lahan sagu bantuan dari Provinsi Riau. Juga pengembangan Kopi Meranti yang disebut-sebut memiliki kwalitas terbaik di Indonesia .

"Kopi Meranti merupakan satu-satunya kopi di Indonesia yang tumbuh ditanah gambut yang memiliki cita rasa yang exelent,"sebut Morod seraya menyebutkan kopi yang berasal dari Kecamatan Rangsang yang sangat diminati dan populer di negara tetangga Malaysia.

Morod juga berharap masalah parit atau tali air yang menuju kelaut yang berpotensi menyebabkan kekeringan dan kebakaran lahan turut menjadi perhatian. Tali air dapat dibuat pintu-pintu air atau kanal. Saat ini kanal yang dibutuhkan sebanyak 450 buah dengan biaya perkanal mencapai 1 M.

Disektor pertanian dan peternakan seperti disampaikan Kadis Yulian Norwis melakui Sekretaris Dinas, 2 Kecamatan yakni Rangsang Pesisir dan Rangsang Barat berpotensi dijadikan central tanaman padi.

"Kami membutuhkan dana untuk cetak sawah baru, optimalisasi lahan dan perbaikan irigasi selain itu jalan produksi untuk membawa hasil pertanian,"ucapnya.

Yang tak kalah penting ditambahkan Bupati adalah bantuan pasar potong hewan yang representatif yang hingga saat ini belum dimiliki Kabupaten Meranti.

Disektor perikanan dan kelautan seperti dijelaskan Sekretaris Dinas Evialdi, Meranti membutuhkan dana untuk pengolahan ikan yang saat ini masih sederhana, pabrik es, bantuan kapal besar untuk meningkatkan prodoksi ikan yang baru mncapai 2800 Ton.

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat H. Nazarudin yang berharap masyarakat jangan lagi diberi bantuan alat tetapi di berdayakan menjadi pengusaha ikan dalam rangka merebut pasar ikan lele dinegara tetangga Malaysia.Disektor Perindustrian dan Perdagangan, masalah yang dihadapi Meranti yakni bahan bakar minyak (BBM).

"Dari tahun ketahun bermasalah, kuota kecil dan distribusi dilakukan oleh pihak kedua bukan oleh pertamina yang akibatnya Meranti tidak menikmati harga minyak subsidi seperti daerah lainya di Indonesia," ungkapnya.

Kondisi jalan yang tidak bisa dilalui menyulitkan Pertamina memasok BBM, solusinya membangun jalan akses yang dijadikan jalan Provinsi dan ditanggung kewat APBD Riau.

Dikatakan Bupati menuju  RORO Selatpanjang menuju kampung Balak harus beres agar distribusi minyak lancar. "Kami harap Provinsi dapat mengambi alih menjadi jalan provinsi,"ujar Bupati.

Pelabuhan khusus di daerah perbatasan salah satu yang paling dibutuhkan untuk menekan tingginya harga sembako yang diangkut dari daerah lainnya, dikatakan Bupati Meranti merupakan satu-satunya daerah yang tidak memiliki itu.

Camat Tebing Tinggi Timur Helfandi mengeluhkan masalah lahan perkebunan sagu yang tercatat dalam kawasan HTI. Iameminta DPRD Riau dapat memperjuangkanya ditingkat pusat menjadi lahan masyarakat. Menyikapi semua usulan itu Syamsurizal berjanji akan memperjuangkannya namun harus di dasari data usulan dari Pemda, ia juga meminta setiap proposal yang masukke SKPD Provinsi  Riau juga di tembuskan ke DPRD.

"Sehingga saat rapat dengan mitra kerja dapat di follow up," ucapnya.Anggota Komis B DPRD Riau, Karmila yang juga berasal dari daerah pesisir Rohil mengaku sangat mengerti dan membenarkan semua masalah yang dihadapi Meranti, dirinya berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat, begitu juga Firdaus dan Agus Riandi.(azw)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini