Meranti Masih Kekurangan 21 Ribu Ton Beras per Tahunnya

Redaksi Redaksi
Meranti Masih Kekurangan 21 Ribu Ton Beras per Tahunnya
ist.net
musim panen
SELATPANJANG, riaueditor.com- Kebutuhan beras Meranti setiap tahunya diperkirakan mencapai 28.000 ton. Sementara dari kawasan lumbung pangan Meranti di Rangsang Barat dan Rangsang pesisir hanya mampu mensuplai 7000 ton beras setiap tahunya.

"Meranti masih kekurangan 21 ribu ton beras setiap tahunnya. Untuk itu, Meranti masih bergantung beras dari luar Meranti. Diharapkan dengan diterapkanya pola dua kali tanam di kawasan agropolitan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir, akan mampu mengurangi ketergantungan beras Meranti dari luar. Target pada musim tanam 2015 mendatang Meranti sudah bisa surplus beras," ungkap Bupati Drs Irwan MSi menyikapi belum optimalnya hasil panen Musim Tanam 2013/2014 dalam upaya memenuhi kebutuhan beras Meranti.

Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Meranti sebenarnya memiliki hamparan sawah yang cukup luas yang tersebar di lima kecamatan. Hamparan sawah terluas terletak di kawasan Agropolitan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir. Di kawasan ini tersebar hamparan sawah sekitar 4200 hektar, namun yang digarap secara intensif oleh petani baru 1500 hektar dengan total produksi 7000 ton gabah kering atau sekitar 5.500 ton beras.

Untuk menggesa produksi, mulai musim tanam 2012/2013 dengan ditetapkannya kawasan Agropolitan tersebut, Pemkab Meranti menerapkan pola dua kali tanam dalam satu tahun musim tanam.

Dengan menerapkan kolaborasi sistem ekstensifikasi dan intensifikasi, diharapkan musim tanam 2013 mendatang produksi gabah kering hasil panen akan naik tiga kali lipat. Ditargetkan musim tanam 2015, Meranti bisa memproduksi 21 ribu ton gabah kering atau sekitar 17 ribu ton beras, ungkap Bupati.

"Target kita, dengan pola intensifikasi, penggunaan bibit unggul, sistem pengairan dan program pasca panen serta optimalisasi lahan sawah di tiga kecamatan lainnya Meranti bisa swasembada beras. Pada tahun 2015 Kawasan Niaga Meranti bisa tumbuh menjadi daerah lumbung pangan di pesisir dengan pencapaian panen 30 ribu ton beras," bebernya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Kesehatan Hewan Julian Norwis menegaskan, komitmen Meranti berswasembada beras tidak hanya terfokus pada gerakan dua kali tanam di kawasan Agropolitan.

Pemkab Kepulauan Meranti juga akan melakukan optimalisasi luasan hamparan sawah ditiga kecamatan lainnya, seperti di Pulau Merbau, Kecamatan Rangsang dan Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Di tiga kecamatan ini diperkirakan terhampar lebih 3000 hektar lahan sawah yang tak digarap petani.

Selain itu Pemkab Meranti juga akan mengembangkan kawasan sawah pasang surut yang selama ini juga tidak tersentuh petani. Untuk mensinergikan program ini, Pemkab Kepulauan Meranti berupaya mendapatkan dukungan dari dana APBN 2013 dan 2014.

“Kolaborasi program ekstensifikasi pertanian dan intensifikasi pertanian akan kita genjot terus untuk swasembada pangan Meranti.

Secara bertahap kita akan bangun infrastruktur pertanian, pembangunan jalan usaha tani, pengairan dan pembangunan tanggul pengaman serta pintu klip yang disinergikan dengan program pasca panen. Kita optimis, 2015 Meranti bisa swasembada bahan pangan, terutama beras,” ungkap Julian Norwis.(B2)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini