Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, Balai Karantina Selatpanjang Awasi Daging Ilegal

Redaksi Redaksi
Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, Balai Karantina Selatpanjang Awasi Daging Ilegal
ist.net
SELATPANJANG, riaueditor.com- Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan wilayah kerja Selatpanjang mewaspadai masuknya daging ilegal ke Kepulauan Meranti. Walau sulit dipantau, namun upaya itu terus dilakukan agar peredaran daging ilegal dari luar negeri bisa dicegah.

Kepala Karantina Hewan dan Tumbuhan Wilayah Kerja Selatpanjang, drh. Andry Pandu Latansa, kepada riaueditor.com, mengungkapkan, daging ilegal diduga akan banyak masuk menjelang puasa dan Lebaran Idul Fitri.

Hal itu dibuktikan ketika digagalkannya upaya penyelundupan daging ilegal ke Selatpanjang tahun 2013 lalu. "Saat itu penangkapan kita lakukan di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang. Ada sebanyak 178 kilogram daging yang kita sita waktu itu," katanya.

Dia mengakui, upaya pencegahan itu memang berat dilakukan karena keterbatasan personil. Selain itu, banyaknya pelabuhan tikus yang menjadi jalan pintas penyaluran daging illegal tersebut semakin mempersulit pengawasan. Namun begitu, pihaknya tetap berupaya maksimal untuk melakukan pengawasan.

"Kalau pengawasan di pelabuhan tikus, biasanya kita gunakan intel di sejumlah pelabuhan yang diduga menjadi tempat masuknya hewan dan tumbuhan secara ilegal," ujarnya.(ai)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini