Jefry Noer: Tiga Zero dan Hakikat Ramadhan

Redaksi Redaksi
BANGKINANG, riaueditor.com- Tak terasa kita sudah hampir tiba di pintu gerbang kemenangan. Kemenangan hakiki batin kita yang selalu rindu akan kebaikan. Kebaikan pribadi, kebaikan bersama dan khususnya kebaikan daerah yang sangat kita cintai ini.

Setahun bukanlah waktu yang terlalu lama bagi kita untuk mengisi hari-hari dalam niat kebaikan tadi. Dan bukan waktu yang lama pula bagi kita untuk menuntaskan apa-apa saja yang menjadi rencana daerah untuk kemajuan masyarakat.

Apalagi kita sama-sama tahu, selama dua tahun belakangan, Kampar sedang menggeber yang namanya zero kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh. Sebuah program yang sering dibilang orang adalah program yang mustahil.

Tapi bagi saya yang teguh berpegang pada al-quran bahwa tak ada yang tak mungkin kalau kita mau, yang tak mungkin itu akan menjadi mungkin apabila kita bisa melakukannya bersama. Dalam kesepahaman niat bahwa Kampar ini akan maju apabila pemerintah dan masyarakat bisa bersinergi.

Ini jugalah sebenarnya yang ada dalam hakikat ramadhan tadi. Hakikat keteguhan kita menjalankan niat untuk melalui ramadhan sepenuh hati. Banyak hal yang musti kita jaga demi melewati ramadhan itu, mulai dari perbuatan zahir maupun batin.

Saya menyadari, banyak hal yang kurang dalam diri saya saat memimpin daerah ini selama setahun terakhir. Dan banyak pula kejadian dan isu yang muaranya adalah untuk memecah belah keutuhan masyarakat dan daerah ini.

Saya berharap, hakikat ramadhan inilah yang kemudian kita tabalkan bersama di hati kita masing-masing. Di hati seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat. Bahwa demi Kampar yang lebih maju, kita harus bisa menjaga banyak hal. Menjaga keutuhan keluarga, silaturrahim, keutuhan lingkungan dan keutuhan semangat dan tekad bulat kita untuk membangun daerah ini.

Saya Bupati Kampar Jefry Noer beserta keluarga mohon maaf apabila tak bisa menjabat tangan semua masyarakat Kampar. Melalui tulisan ini, saya dan keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala khilaf dan salah. Baik secara pribadi, maupun secara kedinasan. Sebab tak ada gading yang tak retak. Tak ada ucap yang sempurna. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H mohon maaf lahir dan batin," papar Jery Neor.(Has)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini