Jefry: Pemangkasan DBH Hambat Pembangunan Kampar

Redaksi Redaksi
Jefry: Pemangkasan DBH Hambat Pembangunan Kampar
Bupati Kampar, H Jefry Noer.
KAMPAR, riaueditor.com - Bupati Kampar Provinsi Riau Jefry Noer mengatakan pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh Pemerintah Pusat sebagai dampak dari merosotnya harga minyak dunia berpotensi menghambat rencana pembangunan di daerah.

"Ini bukan pemotongan DBH namanya, namun menhabisi daerah untuk tidak berkembang. Padahal sudah banyak yang daerah berikan untuk pusat," kata Bupati Jefry Noer dalam acaraMusyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Riau di sebuah hotel di Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Kamis (16/4) siang.

Musrenbang Riau kali ini mengangkat tema "Pemantapan Ekonomi dan Budaya Melalui Peningkatan Sumberdaya Manusia Aparatur serta Pembangunan Infrastruktur yang Berkelanjutan".

Jefry menjelaskan, tahun lalu APBD Kampar yakni sebesar Rp2,538 triliun,
Dimana untuk belanja tidak langsung mencapai lebih Rp1,3 triliun dan belanja langsung mencapai lebih dari Rp1,1 triliun.

Namun tahun ini, lanjut dia, pusat kemudian memotong DBH hingga sebesar Rp664 miliar sehingga semakin memberikan dampak buruk bagi daerah karena DBH tersisa hanya Rp741 miliar.

Parahnya lagi, lanjut dia, Pemerintah Pusat juga memotong Dana Alokasi Umum (DAU).

"Seharunya, dana alokasi dari pusat untuk daerah itu ditambah karena tingginya kebutuhan setiap tahunnya. Ini malah dipotong hanya karena hal-hal yang tidak logis. Maka harus ada jalab keluarnya karena semuanya saat ini telah ditenderkan," kata dia.

Kegiatan Musrenbang kali ini dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, Dirjen Dalam Negeri pada Kemendagri, Maliki Heru Santoso, serta Deputi Bidang SDA dan Lingkungan Hidup Kementerian Bappenas, Roro Endah Murningtias.

Selain itu juga hadir Pelaksana Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Kampar Jefry Noer, Bupati Rokan Hulu Achmad, Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT, dan Bupati Meranti Irwan serta Bupati Siak Syamsuar dan sejumlah wakil bupati kabupaten lainnya.

Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo dalam acara yang sama mengatakan, bahwa pemangkasan DBH dilakukan untuk semua daerah dan ini merupakan dampak dari anjloknya harga minyak dunia.

"Seperti kita ketahui, bahwa Riau merupakan daerah penghasil minyak dan DBH terbesar juga berasal dari industri tersebut. Maka jika terjadi penurunan harga minyak dunia, secara otomatis juga berdampak pada DBH," katanya.

Dia mengatakan, namun demikian kedepan akan ada solusi dan upaya untuk meningkatkan alokasi APBN agar tidak menghambat pembangunan di daerah.(rls/humas)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini