Diduga Pemkab Pelalawan Copas RPJMD Kabupaten Pekalongan

Redaksi Redaksi
Diduga Pemkab Pelalawan Copas RPJMD Kabupaten Pekalongan
JUL/RE
Pandangan Umum Fraksi Terhadap Ranperda Perubahan tentang RPJMD Pelalawan.
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Pemerintah Kabupaten Pelalawan main copy paste (Copas) terhadap Ranperda tentang perubahan atas Perda Kabupaten Pelalawan nomor 01 tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Pelalawan tahun 2011-2016. Tak ayal, pada pasal 1 Ranperda itu tertulis Kabupaten Pekalongan.

Kuat dugaan, Pemkab Pelalawan melakukan Copy Paste Ranperda ini terhadap kabupaten lain. Pasalnya, Ranperda tentang perubahan atas Perda Kabupaten Pelalawan nomor 01 tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Menengah Daerah Pelalawan tahun 2011-2016 dalam pasal 1  Ranperda tersebut tertulis Kabupaten Pekalongan.

Terkait hal ini, tiga fraksi di DPRD Pelalawan mencecar pertanyaan pada pandangan umum fraksi pada rapat paripurna DPRD Pelalawan, Selasa (4/4). Ketiga fraksi itu antara lain, yaki Fraksi PAN, Fraksi Hanura Sejahtera dan Fraksi Demokrat Pembangunan.

Bahkan pada copyan pandangan umum Fraksi PAN yang dibacakan oleh Habibi Hapri, sangat jelas sekali kesalahan fatal yang dilakukan Pemkab Pelalawan pada usulan Ranperda, tentang RPJMD.

Pada poin delapan huruf romawi, Ranperda tentang perubahan atas Perda Kabupaten Pelalawan nomor 01 tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Menengah Daerah Pelalawan tahun 2011-2016.

Didalam pasal 1 dalam Ranperda ini terdapat kalimat kota Pekalongan, padahal kita kabupaten Pelalawan. Kami mempertanyakan apakah ini kesalahan pengetikan? Tulis pandangan umum PAN.

"Amat disayangkan jika RPJMD ini merupakan imitasi RPJMD daerah lain. Sebab, dasar pembuatannya, harus melihat kondisi ril masyarakat dan potensi daerah," jelas Habibi.

Dua fraksi lain yakni fraksi Hanura Sejahtera yang disampaikan Markarius Anwar dan Fraksi Demokrat dan Pembangunan yang disampaikan Josen Silalahi juga mengkritik persoalan yang sama.

Ditempat terpisah, dilobby DPRD Pelalawan Kepala Bappeda Pelalawan Ir Syahrul ketika diwawancarai awak media mengaku itu kesalahan pengetikan. "Salah pengetikan saja itu," ujar Syahrul meminta awak media untuk tidak membesar-besarkan.(JUL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini