Bupati Wardan: Sudah Sepatutnya Perkebunan Kelapa Menjadi Perhatian Khusus Pemerintah Pusat

Redaksi Redaksi
Bupati Wardan: Sudah Sepatutnya Perkebunan Kelapa Menjadi Perhatian Khusus Pemerintah Pusat
humas riau
Bupati Wardan saat menyampaikan sambutannya.
TEMBILAHAN, riaueditor.com - Pada pembukaan Festival Kelapa Internasional tahun 2017 yang secara resmi dibuka oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman bersempena peringatan Hari Kelapa Dunia, Gubernur mengungkapkan apresiasinya terhadap petani kelapa, khususnya petani kelapa Inhil yang dianggap telah bersikap adaptif dan mempertahankan konsistensinya atas dinamika perkelapaan yang terjadi.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam pidatonya, menyampaikan harapannya agar informasi tentang kelapa dapat tersebar di seluruh pelosok negeri bahkan dunia.

Pada momen pembukaan Festival Kelapa Internasional Tahun 2017 Kabupaten Inhil ini, juga dilaksanakan serangkaian kegiatan lain, seperti penyerahan tanda daftar varietas tanaman kelapa sri gemilang oleh menteri pertanian yang diwakili oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Prosesi Minum Air Kelapa Muda secara serentak sebanyak 10.000 butir kelapa dan penyerahan sertifikat untuk kategori minum air kelapa terbanyak dari Dewan Museum Rekor Indonesia.

Sementara itu, dalam sambutannya Bupati Inhil HM Wardan mengungkapkan rasa syukur Pemerintah dan segenap masyarakat Kabupaten Inhil atas kepercayaan Asian and Pacific Coconut Community (APCC) menjadikan Kabupaten Inhil sebagai Tuan Rumah penyelenggaraan Festival Kelapa Internasional tahun 2017 yang bersempena dengan peringatan Hari Kelapa Dunia.

Menurut bupati, perkebunan Kelapa yang berada di Kabupaten Inhil, sudah sepatutnya mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Pusat, terkait peremajaan kebun kelapa rakyat dan pengembangan industri pengolahan berbasis kelapa.

Dikatakan Wardan, penggalakan industri pengolahan berbasis kelapa menjadi sangat realistis seiring dengan meningkatnya kebutuhan kelapa, baik dalam ruang lingkup lokal, regional, nasional bahkan internasional.

"Dengan semangat kerjasama dan bekerja bersama-sama, melalui beberapa target yang dicanangkan ini akan menjadikan kelapa sebagai komoditas dunia yang mampu mengentaskan kemiskinan," tukas bupati Wardan.

Dalam segmen pembukaan Festival Kelapa Internasional Tahun 2017 disajikan berbagai tampilan atraktif dan inovatif yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Inhil.

Dalam Festival Kelapa Internasional ini, para delegasi dan masyarakat Kabupaten Inhil akan menampilkan sajian 500 jenis kuliner berbahan baku kelapa sebagai sebuah refleksi begitu banyaknya manfaat kelapa untuk dijadikan bahan dalam komposisi masakan.

Dengan berbagai manfaat dari kelapa ini Bupati Wardan berharap akan menjadi daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modal di bidang perkelapaan di Kabupaten Inhil.

Direktur Eksekutif Asian And Pacific Coconut Community (APCC), Mr Uron Neil dalam sambutannya, menceritakan sepenggal kisah berdirinya APCC. Dituturkan Mr Uron Neil, pada tahun 1968, beberapa negara di kawasan asia dan pasifik, khususnya negara-negara penghasil kelapa, secara konsensus bersepakat untuk membentuk APCC.

"Kala itu, Indonesia, India, Singapura dan beberapa negara di kawasan Asia dan pasifik lainnya bersepakat menyetujui untuk membentuk APCC. 1992, kami merekomendasikan pengukuhan APCC kepada PBB. Akhirnya, 2 September 1998, APCC mendapatkan legitimasi dimata dunia. Jadi, tanggal 2 September ditetapkan sebagai Hari Kelapa Dunia," papar Mr Uron Neil.

Mr Uron Neil, menjelaskan, Kelapa merupakan jenis buah-buahan yang terbaik jika dibandingkan dengan buah jenis lainnya. Sebab, imbuhnya, kelapa memiliki beragam manfaat bagi kesehatan yang terkandung di dalamnya.

"Kelapa tidak sebanding dengan buah lainnya, kelapa memiliki banyak sekali kegunaan. Kelapa lebih sehat jika dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Air kelapa juga merupakan minuman terbaik bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak," terangnya. (afs)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini