Bupati Meranti Sesalkan Adanya Pungli di Disdukcapil

Redaksi Redaksi
Bupati Meranti Sesalkan Adanya Pungli di Disdukcapil
ilustrasi
SELATPANJANG, riaueditor.com- Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan Nasir MSi sangat menyayangkan adanya pungutan liar (pungli) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kepulauan Meranti dalam hal kepengurusan administrasi kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran.

"Sangat disayangkan terjadi pungli dalam kepengurusan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran. Kita akan segera melakukan penertiban dan hal itu jangan sampai terjadi lagi, lagi dan lagi," ujar bupati.

Bupati Irwan mengajak agar petugas dapat dengan ikhlas memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Ini sangat buruk, Saya mengajak mari kita melayani masyarakat seikhlas mungkin. Kita di Meranti ini adalah keluarga besar, jadi yang kita layani masih keluarga kita juga," ujarnya.

Pernyataan itu bukan hanya dituju kan untuk Disdukcapil, bupati menginginkan seluruh pelayanan di masing-masing SKPD dapat diberikan secara baik dan maksimal sesuai dengan aturan kepada masyarakat. Dirinya juga tidak ingin mendengar masih ada SKPD yang melakukan pungli kepada masyarakat.

Menurutnya masyarakat harus diberikan pelayanan maksimal. Karena bagaimanapun masyarakat di Kepulauan Meranti membutuhkan kemudahan dan pelayanan yang terbaik.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kepulauan Meranti, Jonizar, dikonfirmasi terkait hal ini mengaku sering merima laporan warga yang masuk padanya. Hanya saja pungli itu terus saja terjadi, terang Jonizar semari menambahkan akan melakukan briefing dengan seluruh staffnya untuk mengevaluasi kinerja mereka.

"Saya sering briefing dengan mereka, saya menegaskan jangan pernah melakukan pungutan-pungutan sebab kerja ini diawasi. Itu di luar kendali saya," ungkap Jonizar menjawab wartawan.(ai)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini