Bupati Kampar Belum Puas Terhadap Kinerja Camat

Redaksi Redaksi
Bupati Kampar Belum Puas Terhadap Kinerja Camat
smi/riaueditor.com
Bupati Kampar H. Jefry Noer yang didampingi Kabag Tata Pemerintahan Sugianto ketika memimpin rapat Evaluasi Kinerja Camat di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar (20/5).
BANGKINANG, riaueditor.com- Bupati Kampar H Jefry Noer, dalam rapat evaluasi Camat se Kabupaten Kampar pada Selasa (20/5) di ruang rapat Kantor Bupati Lt III,tidak puas dengan kinerja Camat.

"Saya sampai saat ini belum merasa puas dengan kinerja para Camat, saya juga belum terima hasil maping masyarakat miskin di setiap Kecamatan kata Jefry Noer saat Bupati Kampar ini memimpin Rapat Evaluasi Kinerja Camat se-Kabupaten Kampar di Ruang rapat lantai III Kantor Bupati Kampar saat itu Jefry Noer didampingi Kepala Bagian Tata Pemerintah Setdakab Kampar Sugianto.

Berulang kali Jefry Noer minta kepada jajarannya yakni Camat untuk segera memaping masyarakat miskin di Kecamatan di Kabupaten Kampar, Saya minta Camat segera melakukan pendataan ini melalui Kades, dibantu oleh Kadus-Kadus sendiri dibantu RT dan RW. "Saya minta data ini paling lambat 2 hari sudah saya terima," ungkap Bupati.

Data maping ini diperlukan untuk mengetahui data riil jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Kampar. Maping pendataan melalui KK (kartu Keluarga) agar data yang dimaping benar akurat, "Saya ingin camat berlari kencang dalam membantu tugas Bupati dalam mensukseskan program Pemda Kampar," ujar Jefry Noer menambahkan.

Jefry Noer menghimbau kembali supaya Camat memaping kembali dengan benar apa pekerjaan mereka sekarang, masyarakat di desa yang miskin yang ada di kelurahan dan di desa dan minta kepada camat supaya mendata pekerjaannya serta memantau masyarakat yang telah menerima pinjaman dana bergulir, apakah dengan pinjaman itu mereka berhasil apa tidak, tegas Jefry Noer.

Dengan semangatnya Jefry Noer menghimbau kepada camat dalam tahun 2014 supaya camat bisa membuat tim zero dalam memberantas kemiskinan yang ada di desanya masing masing, pelatihan tersebut harus tepat sasaran untuk masyarakat yang miskin di desa tersebut yang penghasilannya 1,5 juta ke bawah.

Pada kesempatan itu Jefry Noer juga berpesan agar camat teliti dalam mengeluarkan SKT, sering terjadi sengketa dikarenakan adanya tumpang tindih kepemilikin SKT, jangan sampai persoalan sengketa lahan menjadi persoalan.

Dibagian Tapem sendiri ada  tim khusus yang dibentuk untuk penyelesaian sengketa lahan, sudah ada 20 kasus yang harus diselesaikan kita bersama. Selanjutnya adalah, sehubungan permendagri mengharuskan setiap wilayah kerja mempunyai tata batas yg jelas dan harus singkron dengan peta nasional ujar Jefr Noer. (Smi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini