Azmi ST MT: “Jangan Terlena Dengan Trophy”

Redaksi Redaksi
Azmi ST MT: “Jangan Terlena Dengan Trophy”
Hiburan Dinas Bina Marga dan SDA Kota Pekanbaru.
Pekanbaru, riaueditor.com– Sebagai peringkat teratas tingkat nasional peraih piala Bina Marga, Pemko Pekanbaru patut berbangga. Hanya saja, oleh jajaran Dinas Bina Marga Pekanbaru diminta untuk tidak terlena. Kedepan, prestasi yang diraih tersebut dapat lebih ditingkatkan minimal dipertahankan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Bina Marga & Sumber Daya Air, Azmi ST ditengah-tengah acara pagelaran syukuran di halaman kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pekanbaru, Jalan Setia Maharaja, Senin (8/12).

"Acara hiburan ini merupakan rangkaian syukuran atas trophy penghargaan yang diraih Bina Marga Kota Pekanbaru sebagai kota terbaik dari seluruh kota yang ada di Indonesia, baik kota kecil, sedang, besar dan bahkan kota metropolitan yang ada di Indonesia," ujarnya.

Azmi menjelaskan, penghargaan terbaik tingkat nasional Bina Marga yang diterima langsung Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT ini, diserahkan langsung oleh Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono di gedung SDA Kementerian PU RI, Jalan Pattimura Jakarta pada Jumat malam (5/12).

Menurutnya, meski penghargaan ini patut dibanggakan, namun jajaran Dinas Bina Marga Kota Pekanbaru tidak terlena. Raihan prestasi ini, kedepan merupakan tantangan untuk terus meningkatkan kinerja. Paling tidak mempertahankannya, ujarnya.

"Jangan karena tahun ini kita berhasil meraih trophy lalu merasa puas. Saya minta jajaran Bina Marga terus meningkatkan kinerjanya, sesuai pesan Presiden RI, Joko Widodo, kerja dan kerja," tegas Azmi.

Menyinggung soal kesejahteraan petugas Operasi pemeliharaan dan perawatan (OP), Azmi mengatakan pihaknya sudah berupaya dengan berpedoman pada Upah Minimal Regional (UMR) tahun 2014, sebesar Rp 1,7 juta sesuai. Sedangkan tahun 2015 mendatang, pihaknya juga akan menyesuaikan sesuai ketentuan.

Saat ini kata Azmi, ada 300 personil yang menjadi petugas OP. Sehari-hari mereka bekerja untuk kebersihan jalan dan drainase yang ada di Kota Pekanbaru, katanya.

Sementara itu, salah seorang petugas OP yang ditemui, Arman (43), mengaku sebagai petugas OP dirinya memperoleh penghasilan Rp 70.800 per hari. " Kami bekerja dari jam 8.00 hingga jam 16.00 WIB. Awalnya, saya hanya digaji Rp 20 ribu per hari saat mulai kerja 14 tahun lalu," ungkapnya.

Petugas yang minta identitasnya itu disamarkan mengatakan, idealnya gaji yang diterima saat ini minimal Rp 90 ribu per hari. Pasalnya, kenaikan BBM beberapa hari lalu sangat tidak sesuai dengan penghasilan saat ini, ujar pria yang punya tiga orang anak tersebut. (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini