AKNP Lakukan Study Banding di Pilot Project PLT-BG Rantau Sakti

Redaksi Redaksi
AKNP Lakukan Study Banding di Pilot Project PLT-BG Rantau Sakti
AKNP Lakukan Study Banding di Pilot Project PLT-BG Rantau Sakti
TAMBUSAI UTARA, riaueditor.com - Akademi Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP) lakukan Study Banding ke Pilot Project pemanfaatan limbah cair sawit (Pome) untuk Pembangkit Listrik pedesaan sebesar 1 Megawatt di Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLT-BG) desa Rantau Sakti Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (22/5/2015) sore.
 
Wakil Direktur 1 Akademi Komunitas Negeri Pelalawan Yulindya Fitri, S.Si, M.Pd‎ mengatakan, dipilihnya Rokan Hulu sebagai tempat Study Banding, sebab saat ini "Bumingnya" pemanfaatan energi terbaru di Rohul, tepatnya di PLT-BG Desa Rantau Sakti Kecamatan Tambusai Utara.
 
"Kami melakukan Study banding ke Rohul, karna yang kami ketahui di Riau itu Bumingnya itu Cuman di Rohul. Sehingga kami memilih untuk melakukan Study banding ke kabupaten Rohul. Dan kami rasa PLT-BG dari Limbah cair Pabrik sawit yang berada di desa Rantau sakti ini memang Pas," kata Yulindya  saat melakukan tinjauan ke Lokasi tempat PLT-BG beroperasi.
 
Ia juga menambahkan, dalam Jurusan Tekhnik Elektro pada Akademi Komunitas Negeri Pelalawan. Ada namanya jurusan energi terbarukan. Dengan jurusan energi terbarukan yang ada pada AKADEMI. Sangat cocok  sekali melakukan, Study banding ke ‎PLT-BG yang ada di Desa Rantau sakti .
 
Dimana PLT-BG yang ada di desa Rantau Sakti sendiri, juga merupakan satu diantara Energi terbarukan. Yang mana dengan memanfaatkan. Limbah Cair sawit yang dimiliki oleh Pabrik kelapa Sawit (PKS) PT. Arya Rama Prakarsa. Bisa menghasilkan Energi Listrik, yang sangat berguna bagi kehidupan masyarakat sekitarnya.
 
Berangkat dari situlah, pihak Akademi melakukan Study banding ke PLT-BG di kabupaten Rokan Hulu. Untuk mengetahui bagaimana. Cara proses dari Limbah cair PKS. Bisa menjadi Tenaga Listrik yang sangat‎ Berguna bagi masyarakat sekitarnya.
 
Yuli menjelaskan, dengan melakukan Study banding ke PLT-BG Rohul. Diharapkan nantinya para mahasiswa dan Dosen yang melakukan Study banding. Bisa menerapkan PLT-BG di daerah Pelalawan.
 
Dilihat dari, banyaknya bahan baku Limbah Cair, juga terdapat di Daerah Pelalawan. Banyaknya PKS yang berdiri di daerah Pelalawan. Membuat PLT-BG juga sangat cocok untuk diterapkan pada daerah Pelalawan.
 
"Kami juga sudah mendapatkan alat untuk PLT-BG, namun untuk skala Labor saja. Tentunya para dosen akan menerapkan proses pembentukan energi listrik tersebut kepada mahasiswa. Yang mana tujuannya. Untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa. Sehingga nantinya bisa diterapkan dengan skala yang lebih besar," jelasnya.
 
Masih ditempat yang sama, Plan Maneger PLT-BG desa Rantau sakti, Jaya mengatakan, pihaknya  Merasa senang dengan kedatangan para dosen dan mahasiswa dari Akademi Komunitas Negeri Pelalawan. Yang menjadikan PLT- BG Rohul, sebagai tempat melakukan Study banding.
 
Dimana saat ini, ‎pihaknya membuka peluang kerjasama dengan berbagai Universitas. Baik itu dalam bentuk penelitian, kerja praktek, dan PKL. Bagi para mahasiswa ataupun Dosen.
 
"Nantinya juga akan kita berikan pemahaman kepada mereka, tentang tatacara pengelolaan. Dan pemanfaatan limbah cair Pabrik. Yang mana bisa menjadi sumber Energi Listrik," paparnya
 
Ia memaparkan, saat ini progres dari PLT-BG yang berada di desa Rantau sakti. Sudah memiliki pelanggan sekitar 1400 Kepala Keluarga (KK)‎. Dari total 1 Mega Watt (MW), saat ini masih disalurkan sekitar 50 persen. Sehingga masih bisa untuk disalurkan sebanyak 50 persen lagi. Yang saat ini sudah disalurkan ke dua desa yakni, desa Rantau sakti dan desa Rantau kasai.
 
"Usaha turunan seperti pembuatan pupuk‎ serta pengelolaannya juga akan kita canangkan, pada tahun depan. Sehingga tidak hanya bisa menghasilkan energi listrik. PLT-GB juga bisa menghasilkan pupuk," ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Rohul, Yusmar Yusuf menyambut baik atas Study Banding yang dilakukan Akademi Komunitas Negeri Pelalawan kePilot Project pemanfaatan limbah cair sawit (Pome) di Desa Rantau Sakti, dengan adanya study banding itu, Yusmar mengklem berarti keberadaan PLT-BG sudah "membuming" hingga keluar daerah Rohul.
 
"Kita  patut berbangga, karna susah dijadikan tempat Study Banding dari Akademi Komunitas Negeri Pelalawan, kedepan kita akan lebih gencar melakukan ekspos tentang keberadaan dan manfaat dari PLT-BG ini, sebab dengan limbah yang selama ini menjadi masalah pencemaran lingkungan, kini bisa dimanfaatkan untuk sumber energi listrik," beber Yusmar Yusuf. (adv/hum)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini