2017, UPT Transmetro Pekanbaru Targetkan Retribusi Penerimaan Rp9,5 Miliar

Redaksi Redaksi
2017, UPT Transmetro Pekanbaru Targetkan Retribusi Penerimaan Rp9,5 Miliar
dok
Wisnu Haryanto, KUPT Transmetro Dishubkominfo Kota Pekanbaru.

PEKANBARU, riaueditor.com - UPT Transmetro Dishubkominfo Kota Pekanbaru, tahun 2017 ini menargetkan retrebusi Pemakaian Kekayaan Daerah dari pengelolaan bus transmentro sebesar Rp9,5 miliar.

Target tersebut ditetapkan, setelah pengelolaan transmentro Pekanbaru yang dikelola UPT Dishubkominfo diberikan kewenangan oleh Walikota Pekanbaru sejak tahun 2016 lalu.  

"Tahun 2017 ini, kita menargetkan Rp9,5 miliar dari pengelolaan bus transmentro yang kita kelola saat ini, mudah mudahan bisa tercapai," kata Kepala UPT Transmetro Pekanbaru Wisnu Haryanto pada riaueditor.com saat ditemui di kantornya, Kamis 30 Maret 2017. 

Dikatakannya, dari 75 unit bus transmetro bantuan bus yang diberikan Kementrian Perhubungan RI pada tahun 2016 dan awal 2017 itu, pihak UPT Transmetro Pekanbaru, hanya 45 Bus saja yang baru dioperasikan. Sementara sebanyak 30 unit lagi, belum dioperasikan akibat keterbatasan dana untuk pengoperasiannya pada tahun 2017 ini.

"Sisanya untuk yang 30 unit itu, kita akan operasikan, jika dana pengelolaannya dapat disahkan penganggaranya pada pengajuan APBD-P 2017mendatang," ungkapnya.

Wisnu juga menyebutkan ketersediaan dana untuk pengoperasian transmetro Pekanbaru itu sangat dibutuhkan untuk kelancaran pelaksanaan Sarana Angkutan Umum (Saum) Kota Pekanbaru.

"Untuk saat ini ketersedian dana hanya berkisar Rp23 miliar untuk pengoperasian 45 unit transmetro Pekanbaru," akunya.

Dana tersebut terang Wisnu, digunakan untuk gaji pramudi alias sopir, kernet, perawatan bus, dan lainnya. "Jadi sopir dan kernetnya paling tidak masing masing dibutuhkan 2 orang dalam dua shift selama satu hari tiap satu bus," sebutnya.         

Ia juga menyatakan total bus yang beroperasi yang saat ini tengah melayani delapan koridor sebanyak 45 unit dengan rincian 32 bus besar dan 13 bus ukuran sedang. Sementara dua koridor yang belum dioperasikan, yakni rute Jalan Kartama-Paus dan Sungai Duku-Jalan Sudirman, disebut Wisnu sesuai kajian memang sepi penumpang.(ars)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini