Tak Tahu Ada Kasus DBD di Kopah, Anggota DPRD Kuansing Darmizar Pertanyakan Kinerja Kadiskes

Redaksi Redaksi
Tak Tahu Ada Kasus DBD di Kopah, Anggota DPRD Kuansing Darmizar Pertanyakan Kinerja Kadiskes
Anggota DPRD Kuansing Darmizar.(Foto: RA)

KUANSING - Anggota DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Darmizar, kaget setelah menerima informasi dari media bahwa ada beberapa warga di Desa Jaya Kopah Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuansing terkena Demam Berdarah Dengue (DBD).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari media, tercatat sudah empat orang warga Desa Jaya Kopah yang dirawat di RSUD terjangkit DBD, bahkan ada yang dirujuk ke Pekanbaru.

Namun sangat disayangkan, Dinas Kesehatan Kuansing maupun Puskesmas yang ada di Kopah sampai saat ini tidak ada gerakan untuk pencegahan penyakit yang berbahaya ini.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kuansing asal Kenegerian Kopah itu menyampaikan, karena jumlah penderita DBD cukup tinggi, maka diingatkan dan diintruksikan kepada Diskes Kuansing dan Puskesmas Kopah agar turun lapangan untuk menangani kasus ini dengan serius melalui tindakan nyata.

Tren peningkatan kasus DBD akan meningkat di musim pancaroba, oleh karena itu, pemerintah melalui Dinas Kesehatan harus terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan penyakit DBD.

"Jangan sampai musibah ini berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), bila kita lalai atau tak segera menanganinya," tegas Darmizar.

Terkait pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Aswandi, bahwa dirinya belum mengetahui adanya kasus DBD yang menimpa masyarakat, hal ini sebut Darmizar sangat didisayangkan. Sebab, kasus ini sudah terdeteksi sejak akhir Mei lalu.

"Bagaimana peran Puskesmas yang ada di Kopah sebagai ujung tombak di desa, sementara korban berjatuhan, namun tidak ada langkah pencegahan," ujar Darmizar.

Untuk itu, dirinya mengimbau Bupati Suhardiman Amby agar mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Kesehatan Kuansing, Aswandi dan Kepala Puskesmas Kopah dr. Amalia karena dinilai lalai dalam penanganan DBD.

DBD yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty yang terinfeksi virus Dengue ini sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat. Pasien berisiko mengalami komplikasi DBD yang dapat berakibat patal.

"Pemimpin itu harus peka terhadap sebuah masalah, walau sekecil apapun," tutup Darmizar.(RA)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini