Sejumlah Masalah Terkuak di Sidak Ketua DPRD Pelalawan ke IFK Gudang Obat

Redaksi Redaksi
Sejumlah Masalah Terkuak di Sidak Ketua DPRD Pelalawan ke IFK Gudang Obat
riaueditor.com/zoelgomes

PELALAWAN, riaueditor.com - Menerima sejumlah laporan dari berbagai pihak, Ketua DPRD Pelalawan Baharudin SH, Rabu (14/7/2021) pagi melakukan sidak di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK), dan sejumlah masalah pun mulai terkuak.

Faktanya, Ketua DPRD Pelalawan mendapatkan sebanyak 5 ribuan alat swab yang sebagian dianggarkan pada tahun 2020 lalu banyak yang belum dipakai. Selain itu, berbagai jenis obat-obatan bertumpuk dalam satu ruangan saja dan didapati sejumlah obat-obatan yang memasuki masa kadaluarsa akibat minimya ruangan dan rak-rak penyimpanan obat.

Ketua DPRD juga menemukan fakta sedikitnya jumlah obat-obatan berbentuk cairan infus yang dianggarkan melalui APBD Pelalawan tahun anggaran 2021.

Kepala UPTD IFK Rosmayanti, SKM menyampaikan rasa terima kasihnya atas kedatangan ketua DPRD yang melihat kondisi langsung IFK Pelalawan.

"Ruangan gedung IFK memang tidak memadai. Seharusnya ruangan obat-obat, vaksin, obat-obat tablet idealnya terpisah, namun demikian jika dibandingkan 3 atau 4 tahun lalu gedung IFK lebih membaik.

Rosmayanti meminta Pemerintah Kabupaten Pelalawan melakukan perluasan terhadap gedung IFK agar penempatan obat-obatan, vaksin terpisah-pisah. Yang menjadi keluhan lain adalah masalah genset untuk arus box penyimpanan vaksin mengantisipasi jika listrik mati.

Memang saat ini ada bantuan peminjaman dua unit genset baik itu dari Diskes dan PLN, akan tetapi arus listrik yang disalurkan tidak stabil. "Kami berharap dengan kunjungan pak ketua DPRD mengetahui langsung persoalan di IFK Pelalawan," harapnya.

Atas kondisi ini, Ketua DPRD Pelalawan Baharudin akan berkoordinasi dengan Pemkab Pelalawan guna menindaklanjuti temuan saat sidak.

"Banyak obat-obatan dari provinsi bahkan bantuan obat-obat dari pusat ketimbang bantuan obat-obatan yang dianggarkan APBD Pelalawan. Kita mau cek juga, seberapa banyak obat-obatan bantuan dari Kabupaten Pelalawan, sebab anggaran untuk recofusing cukup banyak disatu sisi kebutuhan obat-obatan Puskesmas cukup tinggi," paparnya.

Baharudin juga mengaku penyimpanan obat sudah tidak layak dan mesti ditambah agar lebih luas lagi. Tujuannya, adalah untuk memisah-misahkan penyimpanan obat ataupun vaksin. Apalagi, ditemukan fakta yang cukup mengejutkan adalah penyimpanan obat digabungkan dengan obatan lainnya.

Untuk diketahui, akibat keterbatasan dan minimnya ruangan penyimpangan obat-obatan di gedung obat IFK Pelalawan hingga terlihat jelas tumpukan kardus obat menjulang tinggi ke atas hingga nyaris menyentuh plafon dan ruang penyimpanan vaksin digabungkan dengan tempat penyimpanan obat-obatan lainnya dan terdapat satu box vaksin disimpan pada bagian ruang penyambutan tamu, jelasnya. (ZoelGomes)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini