Dewan Dukung Pembangunan Eskalator Gedung DPRD Riau

Redaksi Redaksi
Dewan Dukung Pembangunan Eskalator Gedung DPRD Riau
Anggota komisi IV DPRD Riau, Mardianto Manan

PEKANBARU, riaueditor.com - Rencana Sekretariat (Sekwan) DPRD Riau membangun eskalator di Gedung DPRD Riau, mendapat dukungan dari DPRD Riau. Anggota komisi IV DPRD Riau Mardianto Manan menilai pembangunan eskalator gedung berlantai 2 tersebut, azas manfaatnya sangat bagus.

"Kalau ditanya bermanfaat, sangat bermanfaat. Kalau soal biaya saya kurang faham. Itu kewenangan Sekwan. Tapi yang jelas azas manfaatnya sangat bagus", ujarnya, Senin (28/6/21.

Politisi asal fraksi PAN DPRD Riau itu mencontohkan, pada HUT Kemerdekaan RI atau HUT Provinsi Riau bulan Agustus depan. Semua pendiri Riau akan diundang ke gedung DPRD Riau.

"Pada umumnya mereka sudah tua, tak bisa naik tangga. Terutama bagi mereka yang menggunakan kursi roda. Itu sangat manusiawi", ujar Mardianto.

Sementara menjawab kritik sebagian oknum yang menyebutkan bahwa pembangunan eskalator tersebut dinilai mubajir karena usia gedung yang sudah mulai menua, Mardianto mempersilahkan saja.

"Bagi saya silahkan aja menilai. Kalau soal usia gedung saya kira sebagai orang teknik sipil saya yakin kondisi gedung ini masih kuat koq", ujar Mardianto.

Sebelumnya, Kabag Umum Setwan DPRD Riau T. Aznom Zaifani SE ME mengatakan, pengadaan barang/jasa tahun 2021 di lingkungan Setwan DPRD Riau meliputi pembangunan 2 unit eskalator, pemgadaan videotron di setiap komisi dan pembangunan media center.

"Kemarin itu ada tuntutan masyarakat yang sudah lanjut usia. Untuk naik keatas ruang paripurna itu susah. Kita coba dengan membangun eskalator. Nilainya Rp 10 miliar", ujarnya.

Ia mengatakan, 2 unit eskalator senilai Rp 10 miliar yang bakal dibangun di kiri kanan menuju ruang paripurna DPRD Riau itu, didasarkan atas hitung-hitungan Dinas PUPR Riau. Saat ini sedang dalam tahap lelang DED (perencanaan)

Ketika ditanya kapan pembangunan eskalator itu mulai dikerjakan, dijawab Aznom bahwa seharusnya bulan Juli atau Agustus sudah terlaksana.

"Kalau nanti pola kerjanya tertunda waktu, baru akan mulai lelang fisik proyek misalnya September, saya yakin ini batal. Karena saya dapat informasi dari PUPR itu paling cepat pengerjaannya itu 4 bulan", sebutnya.

Selain eskalator kata Aznom, gedung wakil rakyat Provinsi Riau itu juga akan dilengkapi videotron.

"Sebenarnya kita juga khawatir kalau ini dinilai pemborosan anggaran. Tapi mengingat situasi pembatasan sosial akibat covid hari ini, memang butuh alat-alat media. Sedangkan di ruang paripurna saja dulu ada rencananya kita mau bikin layar besar", katanya.

Menurutnya di setiap ruangan komisi DPRD Riau perlu dukungan layar besar. Gunanya untuk zoom meeting dan keperluan lainnya.

"Saya rasa dukungan media layar besar ini sangat dibutuhkan mengingat situasi saat ini. Cuma ketika dianggarkan Rp 2,5 miliar itu nanti, sesuai dengan harga dan kwalitas. Tapi kalau tidak sesuai dengan kwalitas baru itu namanya temuan. Kan gitu", kata Aznom.

Sementara proses terkait pengadaan videotron, pihaknya kata Aznom kurang mengetahui. Karena dirinya bukanlah PPTK atau Pengguna Anggaran.

Sedangkan untuk media center sebut Aznom, akan dibuat bangunan baru. Hanya saja pihaknya mengaku pesimis bangunan media center itu bisa dilaksanakan karena ada aspek perencanaan yang lalai. (fin)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini