Tingkatkan PAD, Pansus I Garap 5 Ranperda Pelalawan

Redaksi Redaksi
Tingkatkan PAD, Pansus I Garap 5 Ranperda Pelalawan
zul/riaueditor.com
T Khairil (kanan) menerima cendramata dari Pemko Batam saat Kunker Bahas Ranperda.
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Wakil rakyat prihatin dengan rendahnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Pelalawan yang hingga saat ini kisaran Rp.100 Milyar. Oleh Karena itu Dewan Kabupaten Pelalawan melakukan upaya menggesa pembahasan Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) yang belum ada guna mencari sumber penerimaan yang belum tergarap oleh pemerintah.

Adapun untuk Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Pelalawan yang terdiri dari 16 anggota DPRD Pelalawan yang dipimpin oleh T Kharil ST beserta rekan-rekannya melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Kepri selama 5 hari tepatnya di kota Batam dan Tanjung Pinang guna melakukan konsultasi terkait misi pembahasan 5 Ranperda yang harus diselesaikan.

"Kita dari Pansus I DPRD Pelalawan sedang melakukan konsultasi ke kota Batam dan Tanjung Pinang Kepulauan Riau untuk menanyakan soal Ranperda masalah penyelenggaraan Pariwisata, Penyertaan Modal, BUMD, Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) dan Ranperda Retribusi, kelima Ranperda yang sedang kita bahas ini hanya di Kepri yang sudah berjalan dibandingkan daripada provinsi lain, makanya kita merujuk kemari," ungkap Ketua Pansus I DPRD Pelalawan T Khairil.

Dikatakankan Khairil, sebagai salah satu contoh saat ini untuk pengelolaan wisata dan industri serta pengelolaan penerimaan setoran PAD dari perushaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing yang dinilai cukup berhasil di kota Batam bukan di Bali atau di daerah lainnya, sebab kalau melihat kota Batam saat ini merupakan salah satu kota Destinasi Investasi dan pengelolaan wisata serta kota Industri sehingga wajar banyak warga yang mengadu nasib ke kota tersebut karena memiliki potensi serta letak yang strategis karena berdekatan dengan negara tetangga.

"Wajar saja kalau kita berkiblat ke daerah itu, sebab dengan memanfaatkan potensi yang ada, perolehan PAD pemerintahan kota Batam saat ini cukup tinggi karena Perda yang disahkan dan direalisasikan boleh dikatakan berhasil mendongkrak penerimaan PAD daerah itu, salah satu Perda yang berhasil yaitu Perda IMTA, Perda ini setelah disahkan dan direalisasikan mulai tahun 2013 lalu ternyata cukup meningkatkan setoran PAD," tukas T Khairil. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini