Sebut Kerja Gugus Tugas Covid-19 Pelalawan Maksimal, Dewan Ini Nilai PSBB Tak Efektif

Redaksi Redaksi
Sebut Kerja Gugus Tugas Covid-19 Pelalawan Maksimal, Dewan Ini Nilai PSBB Tak Efektif
H Abdullah S.Pd

PELALAWAN, riaueditor.com - H Abdullah S.Pd, politisi PKS yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Pelalawan ini tak henti-hentinya angkat bicara soal wacana Propinsi Riau yang akan menyusun kajian proposal penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa Kabupaten/Kota di Riau termasuk Kabupaten Pelalawan.

"Setakad ini saya pribadi menolak PSBB. Seperti yang sudah saya sampaikan bahwa Permenkes 9/2020 tentang PSBB pada pasal 13, ada 6 point pembatasan aktifitas, sesungguhnya tanpa penetapan status PSBB pun Kabupaten Pelalawan sudah melaksanakan enam point dari pasal 13 itu," paparnya.

H Abdullah yang juga bertekad maju di Pilkada Pelalawan sebagai Cawabup ini juga menyebutkan bahwa gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Pelalawan selama ini berjalan maksimal.

"Saya punya penilaian pribadi tentang maksimalnya kerja gugus tugas covid-19 di Kabupaten Pelalawan, meski ada kekurangan di sana-sini namun tidak berdampak signifikan sehingga menjadi kendala dalam pencegahan maupun penanganan covid-19. Semua unsur saling bersinergi dengan memperketat social distancing dan physical distancing," ujarnya. 

Menurutnya, jika PSBB ditetapkan justru hanya memperparah kondisi ekonomi tanpa juga menyelesaikan permasalahan Covid-19 secara tuntas. 

"Ketika PSBB tidak efektif kemudian diperpanjang seperti wacana di Pekanbaru, maka akan muncul masalah serius berikutnya seperti Pemerintah kehabisan anggaran, pemutusan rantai covid tidak efektif, sedangkan ekonomi masyarakat semakin terpuruk. Belum lagi masalah pendataan warga yang berhak mendapatkan sembako juga berpotensi menjadi kisruh," tegasnya.

Kembali H Abdullah menyampaikan, hal yang paling efektif seperti yang dilakukan negara Vietnam yang memberlakukan dan memperketat disiplin physical distancing. Dimana pun dan kemanapun setiap orang wajib pakai masker dan berjarak hingga 2 meter. Kemudian aktifitas tetap berjalan. Maka pemutusan covid bisa lebih efektif dan ekonomi tetap bergerak. 

"Intinya memang pemerintah daerah dan forkopimda serta masyarakat dengan ketat melaksanan physical distancing. Saya pikir ini solusi yang lebih baik dengan segala kesulitan dan kondisi yang dihadapi," ucapnya. 

Ditambahkannya, pihak Propinsi jangan terkesan memaksakan Kabupaten Pelalawan untuk menerapkan PSBB. Dirinya mempertanyakan terhadap kajian Propinsi Riau terhadap Kabupaten Pelalawan yang dinilai sebagai daerah transmisi lokal atau zona merah

"Saya tidak sepakat Pelalawan dikategorikan daerah transmisi lokal penyebaran covid-19 atau zona merah. Dengan semua 4 positif corona sudah sembuh dan Pelalawan kini zero positif covid-19, 2 sembuh, terlebih lagi kini hanya 5 PDP yang dirawat dan 29 PDP sembuh dan pulang serta 5 PDP yang meninggal dunia 4 diantaranya sudah dinyatakan negatif. Saya rasa cenderung mengalami penurunan yang cukup signifikan dan mereka juga baik baik saja dan saya harap kajian harus berdasar dengan kenyataan dan fakta yang ada," tukasnya.(ZoelGomes)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini