Reses Maju Marpaung, Serap Aspirasi Masyarakat Desa Karya Indah Tapung

Redaksi Redaksi
Reses Maju Marpaung, Serap Aspirasi Masyarakat Desa Karya Indah Tapung
Anggota DPRD Kampar, Maju Marpaung SH
BANGKINANG, riaueditor.com - Masa reses merupakan agenda rutin Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota. Para wakil rakyat menggunakan waktu reses untuk turun ke lapangan mengunjungi dan bertatap muka langsung dengan konstituen masing-masing. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencitraan diri, dengan cara berkomunikasi dan menampung aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing terkait pembangunan di daerah yang diwakilinya, serta berusaha memperjuangkannya dalam bentuk anggaran.

Dengan demikian, para wakil rakyat yang bersidang di gedung milik rakyat dapat lebih maksimal dalam melaksanakan tugas karena telah mengetahui lebih detail kondisi masyarakat di daerahnya, sehingga pelaksanaan program serta evaluasi pembangunan dapat dioptimalkan dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Reses sidang Ke-2 DPRD Kabupaten Kampar yang dilaksanakan pada tanggal 15-19 Agustus 2015 dimanfaatkan oleh politisi PDI Perjuangan Kampar daerah pemilihan V, Maju Marpaung SH, di Dusun I, Dusun II dan Dusun IV Desa Karya Indah Kecamatan Tapung menyerap aspirasi masyarakat.

Saat reses, kita telah menyerap serta menampung aspirasi masyarakat seputar pembangunan, baik itu pembangunan dibidang infrastrustur, sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kesehatan, peningkatan sumber daya manusia serta peningkatan perekonomian masyarakat, katanya.

"Apa-apa yang telah disampaikan oleh masyarakat akan kita perjuangkan dalam APBD Kabupaten Kampar tahun 2016, mudah-mudahan perjuangan ini berhasil sehingga dapat menjawab kendala, keluhan serta permintaan masyarakat selama ini, do`akan saja," ujarnya.

Dilanjutkannya, yang paling menonjol dari aspirasi masyarakat yakni, persoalan anak sekolah dimana anak-anak yang mau pergi dan pulang ke sekolah belum adanya tranportasi memadai seperti sarana mobil angkutan. Saat ini para pelajar terutama anak sekolah dasar pergi dan pulang menggunakan becak barang.

Demikian juga dengan kondisi jalan terutama di kilometer 4, kilkometer 6 dan di kilometer 7 banyak yang berlubang dan lubang-lubang tersebut sudah cukup dalam sehingga sangat menyulitkan warga beraktifitas.

Selain itu, mengenai persoalan pelayanan kesehatan masih kurang maksimal dan ada sebanyak 200 kepala keluarga di jalan Riau Baru Kilometer 11 sampai saat ini belum dapat menikmati arus listrik, kata politisi PDI Perjuangan ini. (sy)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini