PLN Diminta Introspeksi, Tak Sanggup Mundur

Redaksi Redaksi
PLN Diminta Introspeksi, Tak Sanggup Mundur
internet
Listrik padam
PEKANBARU, riaueditor.com - Kata-kata yang pantas untuk masyarakat Pekanbaru yang sedang menghadapi tebalnya kabut asap dan pemadaman hingga empat kali sehari adalah `sudah jatuh tertimpa tangga lagi`. Pasalnya sampai hari ini PLN dinilai telah menyiksa masyarakat Kota Pekanbaru akibat pemadaman yang dilakukannya.

Hal ini dikeluhkan salah seorang warga Panam, Nur (31) mengaku pemadaman yang dilakukan PLN sudah sangat keterlaluan dan telah menyiksa masyarakat. Dirinya yang juga saat ini tengah hamil tua mengaku sesak nafas dan kewalahan akibat pemadaman yang dilakukan PLN hingga 4 kali sehari.

"Masa PLN padamkan listrik dari pagi,siang,sore hingga malam hari. Apa yang dilakukan PLN ini sudah tidak manusiawi. Saya merasa PLN telah menyiksa masyarakat karena dampak pemadaman yang terjadi membuat saya timbul penyakit baru. Lama-lama begini bisa-bisa saya tidak bernafas," kata Nur ketika dikonfirmasi di rumahnya.

Menyikapi pemadaman yang dilakukan PLN, Wakil Ketua fraksi Gabungan (PPP,PKS,dan Nasdem) Zulfan Hapiz ST mengajak PT PLN untuk melakukan introspeksi terhadap permasalahan pemadaman yang dilakukan PLN selama kabut asap tebal yang terjadi saat ini.

"Harusnya PLN memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kalau memang pimpinan PLN tidak sanggup mengatasi persoalan listrik saat ini lebih baik mundur saja dari jabatannya," kata Zulfan ketika dikonfirmasi dikantornya, Selasa (27/10).

Zulfan juga mengakui alasan PLN selama ini merupakan alasan klasik. Ia mengaku bosa mendengar alasan PLN itu-itu saja. Harusnya PLN sudah safety  jauh-jauh hari agar pemadaman tidak terjadi, karena persoalan ini adalah persoalan tahunan yang terus terjadi.

"Memang PLN merupakan perusahaan monopoli, berlagak seperti raja. Untuk itu kita mengajak Pemerintah Pusat, anggota DPR RI dapil Riau memperjuangkan revisi undang-undang monopoli PLN, sehingga bisa memungkinkan ada perusahaan listrik dikelola oleh swasta. Hal ini berguna agar orientasi PLN di Pekanbaru tidak belagu seperti raja," jelasnya.

Zulfan juga menyentil, jika tidak memungkinkan ada perusahaan listrik dikelola swasta, serahkan kepada Pemerintah Kota (Pemko) untuk mengelola listrik  sehingga pelayanan bisa menjadi nomor satu untuk mengelola sistem kelistrikan.

"Hal ini harus di revolusi mental. Kalau PLN mau kaya jadi pengusaha saja jangan bekerja di Perusahaan Negara," ungkapnya singkat. (eza)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini