Masyarakat Kuala Kampar Masih Idamkan Jalita

Redaksi Redaksi
Masyarakat Kuala Kampar Masih Idamkan Jalita
zul/riaueditor.com
Masyarakat Kuala Kampar Masih Idamkan Jalita
KUALA KAMPAR, riaueditor.com - Saat ini, masyarakat Kecamatan Kuala Kampar masih sangat mendambakan berbagai program pembangunan di kecamatan paling pesisir itu. Namun yang paling prioritas adalah kebutuhan utama yakni akses jalan, listrik dan air bersih (Jalita).
    
"Tiga item ini, jalan, listrik dan air bersih masih menjadi dambaan utama masyarakat Kecamatan Kuala Kampar khususnya. Dan ini menjadi PR saya dan kawan-kawan untuk memperjuangkannya. Tentu pula harus disinkronkan dengan program Pemda Pelalawan," jelas Said Mashudi, anggota DPRD Pelalawan, Selasa (17/11) kemarin.

Politisi besutan Golkar ini menyebutkan, kebutuhan Jalita ini sangat dominan menjadi kebutuhan masyarakat. "Betapa tidak, akses jalan dan listrik ini menjadi sarana dan bersentuhan langsung peningkatan ekonomi mereka. Dengan akses jalan warga dengan mudah membawa berbagai hasil pertanian dan perkebunan mereka ke pasar," jelasnya sambil menyebutkan kebutuhan Jalita ini terungkap saat dirinya bersama anggota DPRD Pelalawan Dapil II melakukan reses pekan lalu.

Perlahan namun pasti sambung anggota Fraksi Golkar ini lagi, kebutuhan masyarakat mulai terpenuhi. "Sekarang ini sedang berlangsung pembangunan jalan dengan proyek multiyears sepanjang 12 kilometer. InsyaAllah tahun depan jalan ini tuntas dibangun. Kegiatan termasuk dalam Program Lancar Pemkab Pelalawan," bebernya.

Selain itu, khusus untuk listrik, saat ini juga sedang dibangun jaringan sepanjang 6 kilometer. "Mudahan APBD 2016 mendatang Program Pelalawan Terang ini akan bertambah lagi," papar Said Mashudi.
   
"Tahun depan insyaAllah, semua masyarakat sudah bisa menikmati listrik. Terutama masyarakat yang dilintasi jaringan yang telah dibangun. Sementara desa lainnya sudah ada yang menggunakan PLTS, PLTD dan lainnya," sebutnya.

Terkait masalah air, mantan aktivis mahasiswa ini menambahkan, persoalan tetap menjadi prioritas dan diperkirakan pada 2017 mendatang akan kelar.

"Sementara masyarakat diminta bersabar. Memang ada masyarakat yang mengusulkan minta bak penampungan air hujan (PAH) 1000 liter. Bak ini untuk menampung air hujan sebagai sumber air bersih yang selama ini sama-sama kita maklumi kondisi air bersih di Kuala Kampar. Usulan masyarakat ini juga sangat realistis. Namun, tahun ini dipastikan tidak terealisasi mengingat masa penggunaan anggaran akan berakhir dan memang aspirasinya baru diterima. Mudah-mudahan kedepan akan menjadi perhatian kita," tutup Said Mashudi.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini