Terkait Pungutan Pemasangan Jaringan PDAM

LSM FP2R Desak DPRD Inhu Gelar Hearing Dengan PDAM Tirta Indra

Redaksi Redaksi
LSM FP2R Desak DPRD Inhu Gelar Hearing Dengan PDAM Tirta Indra
LSM FP2R Desak DPRD Inhu Gelar Hearing Dengan PDAM Tirta Indra.
RENGAT, riaueditor.com - Terkait adanya kejanggalan dalam pelaksanaan Proyek Air Bersih bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di tiga Kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu, LSM Forum Pemantau Pembangunan Riau (FP2R) meminta para wakil rakyat di DPRD Inhu untuk menggelar hearing dengan PDAM Tirta Indra Kabupaten Inhu.

"Kita melihat banyak kejanggalan yang terjadi di dalam pelaksanaan proyek MBR ini, seperti adanya biaya yang dipungut kepada masyarakat dan tidak meratanya masyarakat yang menerima proyek tersebut, dimana hanya di 3 Kacamatan yang menerima dana tersebut dari 14 Kecamatan yang ada di Inhu", kata Ketua LSM FP2R, Defrianto Tanius, Senin (24/8).

Sebagaimana diketahui bahwa pada tahun 2015 Pemkab Inhu melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Indra Arta melaksanakan Pemasangan jaringan PDAM bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dimana sumber dananya berasal dari dana hibah luar negeri (Australia).

"Dana tersebut berjumlah Rp 5 Milyar, yang jika dikalkulasikan mampu untuk memasang 3 ribu sambungan baru dengan biaya normal pemasangan sebesar Rp. 1.560.000 persambungan," katanya.

Pemasangan jaringan bagi masyarakat miskin ini seyogyanya dilakukan secara gratis kepada masyarakat, namun dalam perjalanannya berubah menjadi PDAM murah dengan biaya sebesar Rp. 250 ribu persambungan, tandasnya.(ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini