Kabut Asap Makan Korban Lagi, Perlu Penyediaan Rumah Oksigen Per Kelurahan

Redaksi Redaksi
Kabut Asap Makan Korban Lagi, Perlu Penyediaan Rumah Oksigen Per Kelurahan
eza
Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Romi Sinaga
PEKANBARU, riaueditor.com - Kabut asap di Kota Pekanbaru kian parah dan hingga kini masih belum ada penanganan serius baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota Pekanbaru.  Akibat kabut asap yang semakin parah terjadi, kembali kabut asap menelan korban bocah 9 tahun, Ramadhani Lutfi Aerli (9). Ia akhirnya harus meninggalkan dunia lebih cepat, akibat bencana asap yang terjadi berkepanjangan di Riau.

Sang bocah meninggal subuh tadi, di Rumah Sakit Santa Maria, Pekanbaru, Riau, setelah mengalami demam tinggi dan kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri. Menyikapi persoalan kabut asap yang kembali merenggut nyawa bocah 9 tahun ini, anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Romi Sinaga menegaskan sudah saatnya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyediakan rumah oksigen per Kelurahan, sehingga bisa dimanfaatkan oleh warga yang merasa susah bernapas akibat kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru.

" Saya minta Pemerintah serius menangani persoalan asap di Pekanbaru. Sudah saatnya Pemko menyediakan rumah oksigen per Kelurahan sehingga bisa diarahkan untuk masyarakat yang merasa susah bernafas akibat kabut asap. Tidak hanya itu kita minta Kadiskes juga memikirkan rumah oksigen untuk ditempatkan di masing-masing puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru," tegas Romi ketika dikonfirmasi dikantor DPRD Kota Pekanbaru, Rabu (21/10).

Romi juga meminta tidak hanya penyediaan rumah oksiden, perlu juga disediakan posko tanggap korban kabut asap. Selain itu kepada Pemerintah Kota (Pemko) juga harus melakukan koordinasi ke Pusat maupun Pemerintah Provinsi bagaimana menangani persoalan Pekanbaru yang dilanda kabut asap yang semakin parah bahkan sudah tampak menguning.

" Ini dilakukan agar kabut asap di Pekanbaru ada solusi, dan tidak bertambah lagi korban jiwa akibat kabut asap yang terjadi. Kabut asap tidak bisa dibiarkan begitu saja, harus ditangani serius dan dituntaskan," ungkap Romi.

Kepada Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Romi meminta jangan ada sekolah yang melakukan Proses Belajar Mengajar (PBM) ditengah kabut asap yang semakin berbahaya setiap harinya. Kepada orang tua juga dapat mengawasi ketat anaknya dan jangan biarkan bermain diluar ruangan.

" Orang tua dapat mewaspadai kondisi kabut asap yang terjadi dan berdampak kepada anaknya. Apalagi status kabut asap yang berbahaya. Awasi anak bermain diluar ruangan jangan malah membiarkannya bermain diluar. Yang lebih tahu kondisi anak adalah orang tua dan orang tua harus serius mengawasi anaknya," ungkapnya. (eza)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini