Jelang Kenaikan BBM Waspadai Penimbunan

Redaksi Redaksi
Jelang Kenaikan BBM Waspadai Penimbunan
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Marlis Kasim
PEKANBARU, riaueditor.com- Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 November 2014 diharapkan tidak menimbulkan dampak kepada masyarakat. Untuk itu DPRD mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) diminta perketat pengawasan dan mewaspadai terjadinya penimbunan BBM.

"Pemerintah diminta untuk perketat pengawasan mengantisipasi kecurangan dalam pendistribusian BBM. Jangan sampai nanti harganya naik, BBM sulit didapat. Artinya SPBU jangan sampai ada yang kosong. Masyarakat jangan sampai dipersulit," kata Anggota DPRD Kota Pekanbaru Marlis Kasim, saat dikonfirmasi di kantor DPRD Kota Pekanbaru.

Menurut poitisi PKB ini, dalam rangka menaikkan harga BBM yang perlu diantisipasi adalah penimbunan. Hal ini biasa dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab dalam mencari keuntungan besar, maka menjelang kenaikkan BBM oknum tersebut membeli BBM dalam jumlah besar dan diperjualbelikan nantinya ketika harga sudah naik.

"Inilah yang perlu diawasi, baik oleh Pertamina maupun kepolisian. Pastikan tidak ada penimbunan BBM jelang kenaikkan harga nantinya," pinta Marlis Kasim.

Ditambahkan Marlis, kenaikkan harga BBM diharapkan bukan menjadi momok bagi masyarakat, namun tetap tenang dalam menghadapi kenaikkan BBM. Sehingga, keberadaan BBM nantinya tidak langka.

"Kalau masyarakat panik, tentu semua berbondong-bondong ke SPBU isi BBM. Padahal pemerintah belum ada menyebut secara pasti kapan kenaikkan ini. Kalaupun ada kenaikkan BBM maka kita himbau masyarakat tetap tenang," sebut Marlis.

Diketahui, kenaikkan harga BBM ini sudah lama diwacanakan pemerintah. Namun belum ditentukan kapan waktu pasti harga BBM itu naik yang kabarnya akan mengalami kenaikkan berkisar antara Rp2-3 ribu perliter. Kenaikkan harga BBM ini karena adanya pengurangan subsidi dari BBM dan dialokasikan ke yang lain yang pastinya untuk kepentingan rakyat. Atau kata lain memindahkan subsidi konsumtif kepada subsidi produktif. Dimana, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara tahun 2015 untuk subsidi BBM dianggarkan Rp291,1 triliun. Angka tersebut lebih besar dari pada alokasi dalam APBN perubahan 2014 yang hanya Rp246,5 triliun. (eza)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini