Imigran Sering Kelayapan, DPRD Riau Ingatkan Kesbangpol Tegas Mengawasi

Redaksi Redaksi
Imigran Sering Kelayapan, DPRD Riau Ingatkan Kesbangpol Tegas Mengawasi
Nasril SAg,MA, Komisi A DPRD Riau
PEKANBARU, riaueditor.com - Imigran yang berada di Provinsi Riau, khusus di Kota Pekanbaru sering terlihat kelayapan diluar ketentuan izin. Keberadaan imigran ini mulai meresahkan masyarakat, hal ini hendaknya menjadi perhatian serius pemerintah.

"Jangan ada kesan Kesbangpol selaku instansi berwenang lepas dari tanggungjawab," Demikian dikatakan Nasril SAg, MA,  Anggota Komisi A DPRD Riau.

Menurutnya, diketahui berdasarkan data imigrasi tercatat sekitar 1.032 orang imigran yang berada di Provinsi Riau, Yakni di Kota Pekanbaru dan Kampar.

"Terkait sering kelayapan imigran ini yang tidak sesuai jadwal telah ditetapkan, maka kami Komisi A DPRD Riau meminta pada pihak Kesbangpol untuk menindak dan mengawasi dengan serius," sebut Nasril.

Anggota Komisi A DPRD Riau dari Dapil Kampar ini mengatakan, tak ada alasan bagi Kesbangpol serta instansi lainya untuk tidak menertibkan para imigran tersebut. Sebab, jika dibiarkan demikian terus berlanjut tentunya marwah melayu seakan-akan telah tidak ada artinya.

Politisi Demokrat ini mengatakan, kalau memang keberadaan para imigran asal Timur Tengah sudah mulai meresahkan, maka harus disikapi dengan tegas oleh pemerintah. Cuma disaat ini, ujarnya, masyarakat di Bumi Riau tidak secara tegas menolak.

"Masyarakat kita ini masih punya sikap toleransi. Sesuai halnya dengan budaya kita, sehingganya mereka (imigran, red) jadi senang berada disini. Kalau di daerah lain imigran ini ditolak. Seperti halnya  di Semarang, Medan, Sumatera Barat. Beda di Riau," ujarnya.

Menurutnya, banyak para imigran  berkeliaran tentu bisa berdampak pada masalah sosial kehidupan.

Diketahui hampir 1.000 orang jumlah para pencari suaka yang sudah hampir setahunan di Riau. Bahkan rumah detensi (Rudenim) itu tidak mampu menampung.

"Akibatnya ada sebagian besar ditempatkan di beberapa tempat pemukiman masyarakat. Belakangan beredar kabar negatif. Selain bisa bebas berkeliaran ada juga diantaranya yang jadi penjaja seks," ujarnya,  (ira)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini