Hardianto: RTRW Provinsi Riau Terkatung-katung, Seyogyanya Belajar pada Provinsi Kepri

Redaksi Redaksi
Hardianto: RTRW Provinsi Riau Terkatung-katung, Seyogyanya Belajar pada Provinsi Kepri
Hardianto, Wakil Ketua Komisi D DPRD Riau
PEKANBARU, riaueditor.com - Terkait pengesahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi Riau yang terkatung-katung, ternyata bukan Riau saja, permasalahan yang sama juga dialami Provinsi Kepri. Bedanya, provinsi pecahannya dari Riau ini sudah menyelesaikan.

"Sebenarnya tidak hanya Provinsi Riau ini saja mengalami persoalan RTRW. Hal yang sama juga dialami Provinsi Kepri, namun sudah menuntaskannya. Padahal Provinsi Kepri merupakan pecahan dari Provinsi Riau. Maka kita harus belajar banyak dari provinsi Kepri," ujar Hardianto.

Penegasan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi D DPRD Riau pada wartawan saat diminta tanggapan terkait RTRW. Dikatakanya, untuk hal ini Pemprov Riau seyogyanya perlu memandang sebagai suatu koreksi untuk mendorong supaya persoalan RTRW yang selama ini menghantui Riau bisa diselesaikan.

Politisi Gerindra ini mengatakan, Komisi D DPRD Riau juga sudah melakukan pertemuan dengan Pemkab Kepri menanyakan hal-hal yang berkenaan dengan RTRW pada Jumat (22/1), pekan lalu.

"Kita telah melakukan pertemuan rapat atau minta masukkan pada Pemkab Kepri, Bappeda, Biro Hukum, Dinas PU, DISHUB, Biro Tapem di Pemprov Kepri," sebut Hardianto, sembari menegaskan, persoalan RTRW Riau ini dengan Provinsi Kepri tidak jauh berbeda. Tapi di Provinsi Riau tak tuntas.

Dikatakannya, yang membedakan ini hanya luas wilayah saja. Saat ini, RTRW di Provinsi Kepri sudah selesai di Kementrian dengan terbitnya SK No.76/MenLHK-II/2015 tentang RTRW Provinsi Kepri.

"Seharusnya memang akhir tahun lalu diselesaikan Perda RTRW itu. Hanya, dikarena ada kesibukan provinsi Riau tidak menuntaskannya," tukasnya.(ria)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini