Dewan Kesal, Ternyata PT APR Rekrut Naker Lokal Hanya 28 Persen Saja

Redaksi Redaksi
Dewan Kesal, Ternyata PT APR Rekrut Naker Lokal Hanya 28 Persen Saja
puspentni

PELALAWAN, riaueditor.com - Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Pelalawan melalui gabungan tiga Komisi yakni I, II dan III bersama pihak PT Asia Pasific Rayon (APR) dimana manajemen yang hadir juga dari PT RAPP berlangsung alot. 

Ada 2 hal yang dibahas dalam RDP tersebut yakni soal tenaga kerja (naker) lokal serta terkait bau busuk yang semakin kerap tercium oleh masyarakat pasca diresmikannya PT APR.

Rapat yang dipimpin langsung Wakil Ketua I DPRD Pelalawan, Syafrizal awalnya tetap mempertanyakan tidak hadirnya pihak yang berkompeten yakni Direktur. Tampak menonjol kehadiran dari perusahaan Wan Mohammad Jack Direktur Manager Social Capital, H Mabrur Manager Stakeholder Relation, ahli lingkungan beserta staff. 

Meski RDP akhirnya berlanjut namun tetap dijadwal ulang laporan pihak PT APR terkait tenaga kerja lokal. Dimana jumlah naker PT APR yang jumlah investasinya mencapai Rp 15 triliun yakni 574 orang dan naker ber ktp Pelalawan hanya berjumlah 161 orang saja, atau hanya 28 persennya saja. 

Hal ini sontak membuat anggota Dewan yang hadir kesal dan kecewa. Satu per satu dewan diantaranya Syafrizal, H Abdullah, Nazzarudin Arnazh, Baharudin, Faisal dan lain-lain mempertanyakan kecilnya persentase naker asli Pelalawan. 

Wan Mohammad Jack sempat menyebutkan PT APR ke depannya akan membutuhkan naker sebanyak 1800 orang, yang juga ditanggapi oleh Dewan.

"PT APR jangan PHP, lulusan sekolah dari Pelalawan ini setiap tahunnya puluhan ribu. Tidak terbayangkan dari 574 naker yang asli Pelalawan hanya 161 orang ber KTP Pelalawan. Ini 161 valid tidak datanya. Kita saja hearing tidak ada naker dari Sering yang direkrut. Anda bisa tanggung jawab dengan data anda. Kalau iya 1800 ke depannya kita minta 1000 lebih naker anak-anak Pelalawan. Perusahaan paham tidak soal perda soal naker," terang Nazzarudin Arnazh.(ZoelGomes)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini