DPRD Riau Minta Instansi Terkait Kaji Ulang Syarat Vaksinasi

Redaksi Redaksi
DPRD Riau Minta Instansi Terkait Kaji Ulang Syarat Vaksinasi
Anggota Komisi V DPRD Riau, Marwan Yohanes

PEKANBARU, riaueditor.com - Beredar issu ditengah masyarakat yang menyebutkan, bahwa orang yang tak bisa menunjukan bukti vaksin, tidak akan dilayani ketika akan mengurus surat menyurat, menuai reaksi keras dari anggota komisi V DPRD Riau, Marwan Yohanes. Ia  mengatakan bila hal ini  dipersyaratkan justru menambah masalah baru.

"Coba dikaji ulang dulu mempersyaratkan surat vaksinasi itu. Jangan sampai nanti ingin menyelesaikan masalah, tapi justru memunculkan masalah baru", ujarnya, Kamis (10/6/21).

Ia mengatakan, pihaknya sebenarnya tak mau ngomong soal ini. Pasalnya, keputusan resmi atau surat edaran dari pemerintah soal dipersyaratkannya kartu vaksin itu belum ia lihat.

"Kalau memang ada surat edaran soal kartu vaksin itu, dari siapa, nomornya berapa, siapa yang tanda tangan. Semua kan harus jelas. Saya belum lihat itu edarannya", tegas Marwan.

Politisi asal fraksi Gerindra DPRD Riau itu menerangkan, pemerintah harus memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa kecuali. Baik yang sudah divaksin maupun yang belum. Hal ini mengingat kemungkinan seseorang  mengidap penyakit tertentu sehingga tak memungkinkan dia divaksin.

"Tugas pemerintah kan cuman satu, memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jangan sampai nanti dengan tidak divaksin tidak mendapat pelayanan, itu tak benar", ucap Marwan.

Sementara dikutip dari Covid19.go.id, ada 17 kelompok masyarakat yang tidak bisa divaksin Sinovac.

Diantaranya, wanita hamil dan menyusui, berusia di bawah 18 tahun, tekanan darah di atas 140/90, mengalami gejala ISPA seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir, ada anggota keluarga serumah yang kontak erat/suspek/konfirmasi/sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19, sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah.

Kemudian penderita penyakit jantung (gagal jantung/penyakit jantung koroner), menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus/, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya), menderita penyakit ginjal, menderita penyakit Reumatik Autoimun/Rhematoid Arthritis, menderita penyakit saluran pencernaan kronis.

Selanjutnya penderita penyakit Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun, menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi, menderita penyakit Diabetes Melitus (dalam kondisi tertentu bisa diberikan vaksin Covid-19), menderita HIV (dalam kondisi tertentu bisa diberikan vaksin Covid-19), memiliki penyakit paru sepertu asma, PPOK, TBC (dalam kondisi tertentu bisa diberikan vaksin Covid-19). (fin)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini