Atasi Kemahalan dan Langka Elpiji, Komisi II Jadwal Hearing

Redaksi Redaksi
Atasi Kemahalan dan Langka Elpiji, Komisi II Jadwal Hearing
internet
Distribusi gas elpiji 3 kg
PEKANBARU, riaueditor.com - Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Roem Diani Dewi SE MM menyebutkan bahwa Komisi II akan menjadwalkan rapat dengar pendapat bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru. Hal ini guna membahas dan menanyai persoalan kelangkaan dan mahalnya gas 3 kg di Kota Pekanbaru.

"Sudah kita jadwalkan bertemu dengan Disperindag membahas kelangkaan gas elpiji 3 kg. Dalam pertemuan nanti, kita akan mempertanyakan langkanya gas elpiji dan akan memberikan solusi bagi Disperindag," kata Roem Diani, saat dikonfirmasi, Selasa (19/5).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, akan merencanakan hearing pada Senin (25/5) mendatang. Faktor kelangkaan gas melon itu, akan menjadi prioritas dari Komisi II nantinya.

"Nanti kita pertanyakan kenapa Bisa langka kenapa? Tentu kita pertanyakan. Karena gas ini kebutuhan masyarakat terutama masyarakat menengah kebawah yang membutuhkan gas 3 kg," ucapnya lagi.

Selain itu, Roem Diani akan mempertanyakan juga sampai sejauh mana pengawasan yang telah dilakukan oleh Disperindag saat ini. Sebab, meskipun Disperindag sudah mencari Formulasi kelangkaan gas, namun kondisinya saat ini masih belum efektif.

"Kami juga nanti akan meminta data kepada mereka (Disperindag,red) soal ketersediaan tabung gas elpiji 3 kg, apa sudah memenuhi kuota atau tidak," paparnya.

Belakangan ini, pendistribusian gas elpiji 3 kg disalurkan melalui kantor Camat dengan menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bagi warga yang hendak membeli, bisa mendatangi kantor camat masing-masing domisili.

Lalu apa tanggapan Anggota DPRD Kota Pekanbaru Daerah Pemilihan (Dapil) I (Limapuluh, Senapelan, Pekanbaru Kota, Sukajadi) Kota Pekanbaru itu? Ia menilai cara tersebut kurang efektif. Karena belum bisa mengurangi kelangkaan saat ini. Selain itu, hanya minoritas masyarakat yang mengetahuinya.

" Pembelian di kantor Camat bukan solusi, begitu juga sidak ke penyalur. Karena salah satu faktor kelangkaan yang kami temukan dilapangan adalah banyaknya industri yang menggunakan gas elpiji 3 kg, yang seharusnya mereka tidak mengguakannya," ungkapnya.

Roem berharap kepada Pemko Pekanbaru untuk kembali melakukan pendataan masyarakat miskin agar kartu kendali bisa diberlakukan. Terlebih, data miskin yang ada sekarang merupakan data lama yang dibuat pada tahun 2011.

"Banyak faktor agar dilakukan pemuktahiran data baru, apalagi dampak naiknya harga BBM nanti, maka disinyalir jumlah masyarakat miskin makin bertambah. Harusnya data masyarakat miskin ini jelas, sekarang ini yang ada hanya data lama," terangnya.(eza)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini