Agustus, Capaian PAD Pekanbaru Baru Rp240 M Dari Target 800 M

Redaksi Redaksi
Agustus, Capaian PAD Pekanbaru Baru Rp240 M Dari Target 800 M
Ketua DPRD kota Pekanbaru, Sahril SH

PEKANBARU, riaueditor.com - Permasalahan anggaran di Kota Pekanbaru yang dilanda defisit masih saja berlanjut. Pasalnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 yang diasumsikan capaian ya Rp2,4 Triliun lebih realisasi pencapaiannya hanya bisa Rp 1,7 triliun. 

"Artinya capaian dari target awal ada kehilangan sebesar Rp400 miliar akibat dari dana bagi hasil Provinsi yang di targetkan Rp140 miliar saat ini saja baru terealisasi tidak sampai 1 persen (tidak sampai satu miliar," demikian diaampaika Ketua DPRD kota Pekanbaru, Sahril SH usai melakukan rapat penyerapan anggaran tahun 2017 bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Senin (7/8). 

Untuk itu, Sahril menegaskan dari pencapaian di atas jelas membuat permasalahan dan di lema bagi DPRD dan Pemko Pekanbaru saat ini.

"Salah satu solusinya akan banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di rasionalisasi di tahun 2017 ini," ugkapnya.

Menurut Sahril kondisi keuangan diprediksi akan terus turun dan bakal terjadi di tahun 2018 nanti. 

"APBD kita turun lagi, jadi Rp2,2 triliun di tahun 2018 nanti. Sedangkan pencapaian diasumsikan Rp1,7 triliun," ugkapnya.

Akibat penurunan di jelaskan Sahril juga berefek ke PAD Kota Pekanbaru. 

"Karena PAD diasumsikan Rp800 miliar, saat ini pencapaian Agustus ini hanya Rp240 miliar. Dari keterangan Pemerintah kota dan OPD maksimal pencapaiannya PAD Rp600 miliar, artinya kehilangan 200 miliar. Belum lagi kehilangan dana bagi hasil pusat, belum bagi hasil provinsi," tuturnya.

Untuk menggenjot PAD di Pekanbaru ini, Sahril minta Dispenda harus mengejar pendapatan itu seperti pajak restoran, retribusi, pajak parkir, retribusi parkir.

"Itu harus digenjot, agar target pencapaiannya bisa maksimal dan sesuai target," sebutnya.

Ditanya soal PAD tidak tercapai akibat belum di berlakukan sistem online saat ini, Sahril membenarkan. "Ya karena belum berlaku sistem online sehingga terjadi kebocoran, selain itu ada beberapa retribusi yang dihapus pusat sehingga banyak kehilangan kita," pungkasnya. (Eza)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini