Potret Kartini dan Peluangnya di Masa Kini

Redaksi Redaksi
Potret Kartini dan Peluangnya di Masa Kini
ist.net
Sri Mulyani, Sosok Kartini masa kini
RADEN Ajeng Kartini adalah simbol bagi kebangkitan emansipasi wanita di Indonesia. Lahir di jepara 21 april 1879, sosok Kartini sangat berperan menginspirasi wanita sezamannya yang banyak dibelenggu adat istiadat. Walaupun begitu, semangatnya tetap hidup hingga kini.

Kerasnya perjuangan Kartini ikut membuka mata dunia, bahwa wanita juga mempunyai hak yang sama dengan kaum pria. Hak tersebut mencakup segala aspek, seperti hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, hak untuk turut serta dalam panggung politik dan hak untuk membangun karir dan sebagainya.

Berkat perjuangan Kartini yang tak kenal lelah tersebut, perlahan namun pasti kini telah menuai hasilnya. Para wanita yang dahulunya terbelenggu, kini mendapatkan hak yang sama dengan kaum pria. Banyak Kartini masa kini yang menduduki jabatan strategis baik di pemerintahan, parlemen maupun di perusahan swasta. Tak sedikit juga yang menduduki posisi puncak.

Sebagai contoh kartini masa kini yang berhasil, yaitu putri proklamator Megawati Soekarno Putri yang sempat memegang tampuk RI satu. Kesempatan yang sama juga turut dirasakan oleh Mutia Hatta, Putri Bung Hatta yang pernah menduduki posisi sebagai menteri pemberdayaan perempuan.

Hari ini kita juga mengenal kartini  bernama Tri Risma Harini, Walikota Surabaya yang juga dikenal sukses membawa Surabaya sebagai kota maju dengan segudang penghargaan, baik di tingkat nasional sampai internasional.

Halnya juga dengan Sri Mulyani Indrawati, ekonom handal RI. Reputasinya bahkan telah diakui sampai tingkat dunia dengan ditunjuk sebagai Direktur Bank Dunia. Sri Mulyani bahkan berkali-kali dinobatkan sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di duni, bersanding dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel.

Di dunia politik, kendati keterwakilan kaum perempuan di parlemen walaupun belum mencapai 30 persen, namun ini sudah menunjukkan eksistensi perempuan di pangung politik. Kiprah mereka di tampuk jabatan politik tidak bisa dipandang sebelah mata. Begitu pun dengan kapasitas yang mereka miliki juga tak kalah mumpuni dengan kaum pria.

Kartini masa kini telah memetik berkah yang sangat luar biasa dengan berbagai posisi dan kesempatan yang di raih. Tinggal bagaimana memanfaatkan peluang baik tersebut demi kemaslahatan rakyat. Bahwasanya, Kartini juga telah teruji mampu mem=ngangkat kesejahteraan rakyat.

Peran perempuan di panggung politik pun terus mengalami peningkatan seiring dengan semakin tumbuhnya kesadaran dan pemahaman mereka akan eksistensi, baik di panggung politik maupun di pemerintahan.

Data komisioner KPU pusat yang mengungkapkan bahwa calon anggota legislatif perempuan yang berpartisipasi dalam pemilihan umum 2014 mengalami peningkatan dibanding pesta demokrasi 2009 lalu.

Namun keterwakilan kaum perempuan di parlemen masih belum ikuti di pemerintahan, dimana hanya beberapa kursi menteri yang berhasil diduduki Kartini.

Pada 2009, caleg perempuan hanya sekitar 30 persen, sedangkan pemilu 2014 meningkat menjadi 37 persen. Begitupun dengan caleg perempuan di tingkat DPD, meningkat dari 11 persen menjadi 12,47 peren.

Berbagai kiprah wanita di panggung politik diharapkn mampu memberi warna baru dalam dunia perpolitikan yang keras dan kejam. Naluri keibuan kartini masa kini yang dimiliki, diharapkan bisa mengimbangi kiprah para pria yang kadang keras dan kurang peka terhadap berbagai problema di masyarakat.

Dalam dunia politik, banyak kartini yang sukses dan berhasil, namun ada pula yang tak menunjukkan contoh yang baik. Seperti yang menimpa Ratu Atut Khosiah, Gubernur Banten yang di duga terlibat korupsi, di mana saat ini kasusnya ditangani KPK. Begitu juga yang menimpa mantan Putri Indonesia, Angelina Sondakh, kader partai penguasa di dua periode lalu, kini harus menerima vonis pengadilan ztipikor 12
tahun penjara.

Bercermin dari itu, terlihat kiprah Kartini kini di masa mendatang semakin berat dan penuh duri tantangan. Untuk melewati itu, semua penting bagi kaum wanita untuk bisa menyeimbangkan peranannya baik di rumah tangga maupun sebagai wanita karir. Keseimbangan harus tetap dijaga agar tidak ada yang merasa di rugikan.

Para perempuan Indonesia mestilah bersyukur hidup dan terlahir di republik ini, yang mana hak-hak mereka sudah diakui dan mendapat tempat di masyarakat. Hal ini masih berbeda dengan yang dialami kaum perempuan di beberapa Negara lain.

Seperti halnya di timur tengah yang hidup dalam aturan ketat dan dibelenggu oleh adat istiadat setempat. Jangankan untuk terjun ke panggung politik, menyetir mobil sendiri saja dilarang. Mereka tidak mendapatkan hak sebagaimana wanita di belahan benua lainnya.

Adalah sangat penting bagi kartini masa kini menjaga kemurnian perjuangan RA kartini, salah satunya dengan menghargai jasa-jasanya dan tidak menodainya dengan mendobrak norma agama dan norma hukum.

Pada akhirnya, selamat hari kartini bagi perempuan-perempuan Indonesia, semoga semangatnya tetap hidup di hati sanubari kita.**

Muhammad Rafi, S.Sos
Penulis adalah Staf Bagian organisasi Setdakab Siak

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini