Nasib Riau Pasca Pilpres

Redaksi Redaksi
Nasib Riau Pasca Pilpres
Oleh: Muhammad Rafi, S.Sos
SEJAK dimulainya era otonomi daerah yang ditandai dengan terbitnya Undang-undang Otonomi Daerah No 22 Tahun 1999 dan UU 32 Tahun 2004 lima tahun setelahnya, tampak belum memberikan perubahan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di daerah, khususnya Riau. Kemiskinan tetap menjadi masalah pelik bagi daerah.

Riau yang selama puluhan tahun dikenal sebagai daerah kaya penghasil minyak bumi, ternyata tidak serta merta membuat masyarakatnya sejahtera.  Selama puluhan tahun itu juga keadilan tak pernah berpihak kepada daerah ini. Pemerintah pusat tak pernah adil dalam bagi hasil SDA yang dikeruk dari perut bumi Riau.

Banyak usulan pembangunan yang di ajukan Riau ke pusat, namun yang disetujui masih jauh panggang dari api. Apa yang dikembalikan pusat dalam bentuk pembangunan baik fisik mau pun non fisik masih belum bisa membayar apa yang selama ini telah diberikan Riau untuk Republik ini.

Pada Pemilihan Presiden 9 Juli mendatang, saat ini belum terdengar dua pasangan Capres ini yang memiliki visi misi memperjuangkan hak-hak dan kepentingan daerah yang selama ini diperlakukan tak adil. Seperti halnya Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang hanya 80:20, tentunya tidak adil dan perlu diperjuangkan lagi.

Pola pembangunan  yang selama ini lebih terkonsentrasi di pulau Jawa, oleh Presiden mendatang mestilah diubah. Pemerintah pusat harus bisa berlaku adil terhadap ribuan pulau yang membutuhkan sentuhan pembangunan.

Perlu menjadi catatan bagi  Presiden  mendatang untuk benar-benar memperhatikan nasib dan kesejahteraan rakyat di daerah. Presiden mendatang juga harus peka terhadap isu kedaerahan. Patut diingat, bahwasannya daerah (Riau) menjadi penyumbang terbesar APBN dari Migasnya. Namun APBN yang kembali ke Riau dinilai cukup mengecewakan.

Riau dengan Melayunya yang damai, selama ini gejolak akibat ketidakadilan yang timbul masih dapat diredam. Namun bukan tidak mungkin jika nantinya akan terjadi gejolak yang lebih besar yang tak dapat dibendung lagi.

Berkenaan dengan momen Pilpres 9 Juli mendatang, masyarakat Riau perlu menjadikan momentum pemilu kali ini untuk benar-benar menjatuhkan pilihannya kepada capres yang mendukung keadilan bagi masyarakat daerah khususnya Riau. Sangat logis jika kita mempertanyakan komitmen dua pasang Capres ini dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Riau ke depan.

Masyarakat Riau hendaknya juga tak terlena dengan sanjung puji. Sudah sepantasnya Masyarakat Riau tidak lagi menjadi penonton di rumahnya sendiri. Dan untuk ini tentunya perlu dukungan kuat dari semua pihak, baik tokoh masyarakat, tokoh adat serta legislator untuk senantiasa memperjuangkan kesejahteraan Riau hingga kita lebih diperhitungkan, sehingga nantinya pasca Pilpres Riau tak lagi terlupakan.

Oleh: Muhammad Rafi, S.Sos
Peminat masalah politik
Bemukim di kabupaten siak

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini