Tangis & Doa di Tengah Gempa 6,5 SR

Redaksi Redaksi
Tangis & Doa di Tengah Gempa 6,5 SR
ist.okezone
JAKARTA - Pagi sekira pukul 06.30 WIB, seperti biasa, Wahyu Nurdiana berangkat ke sekolah. Jarak sekolah dan rumahnya tak jauh jaraknya, membuatnya dapat dengan santai berjalan kaki. Sesampainya SMA N 1 Kutowinangun, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Wahyu Nurdiana bersama teman sekolahnya mengikuti belajar mengajar seperti biasa.

Di tengah asyik mengikuti kegiatan belajar, tiba-tiba ia merasakan guncangan gempa, hal tersebut menyebabkan beberapa papan tulis yang berada di depan kelas berguncang. Tanpa pikir panjang, ia berlari ke lapangan yang berada di halaman sekolah.

"Gempa itu terjadi sesasat sebelum jam istirahat," kata Wahyu, mengawali pembicaraan kepada Okezone, lewat sambungan telefon, Sabtu (25/1/2014).
 
Dia mengatakan dalam kondisi panik, beberapa siswa tampak menangis, dan ada juga yang berdoa agar dapat keselamatan. "Beberapa siswa berdoa, termasuk saya," singkatnya.

Lebih lanjut dia mengatakan setelah pukul 13.00 WIB, akhirnya pihak sekolah memulangkan siswa. Namun tak semua siswa pulang ke rumah. "Ada tiga orang yang saat ini masih di sekolah, karena takut," imbuhnya.

Kendati gempa susulan sempat terjadi tujuh kali, namun aktifitas warga di Kebumen relatif sudah normal. "Kalau masyarakat di sini sudah tenang," tutupnya.

Sebelumnya diketahui gempa mengguncang kawasan Kebumen , Jawa Tengah pada pukul 12.14 WIB. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebutkan gempa berkekuatan 6,5 SR berada di 8.46 LS-109.17 BT, dengan kedalaman 48 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
(ydh)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini