Sri Mulyani: Tingkat Baca, Hitung, Sains Orang RI Kalah dari Vietnam

Redaksi Redaksi
Sri Mulyani: Tingkat Baca, Hitung, Sains Orang RI Kalah dari Vietnam
(Foto: Nicha Muslimawati/kumparan)
Sri Mulyani Kuliah Umum PKN STAN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan faktor domestik yang masih menjadi tantangan bagi perekonomian Indonesia. Menurutnya, beberapa faktor tersebut menyebabkan Indonesia tumbuh tidak secepat negara berkembang lainnya. 

Faktor utamanya adalah kemiskinan dan lapangan pekerjaan. Tingkat pengangguran di Indonesia saat ini sebesar 5,3%, namun menurutnya tingkat setengah menganggur tentu persentasenya akan lebih besar lagi. 

"Kalau demografi mudah, mereka kerja, dapatkan fasilitas bagus, setelah lulus dapat lapangan pekerjaan yang baik. Tapi beberapa masyarakat tidak seperti itu. Kemiskinan, kesenjangan, dan kesempatan kerja jadi tantangan yang besar," ujar Sri Mulyani dalam kuliah umum di PKN STAN, Tangerang, Banten, Kamis (21/12). 

Faktor lainnya adalah infrastruktur yang belum merata. Menurut dia, pemerintah masih terus melakukan pembangunan infrastruktur untuk mengatasi gap infrastruktur antarwilayah. 

Hal lain adalah kualitas sumber daya manusia. Ini bisa dilihat dari kemampuan masyarakat Indonesia dalam membaca, menghitung, dan pengetahuan alam (sains) masih rendah dibandingkan negara-negara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. 

"Kita jauh tertinggal, bahkan dengan Vietnam. Padahal Indonesia mengeluarkan anggaran APBN 20% untuk pendidikan," katanya. 

Meski demikian, lanjut dia, pemerintah terus melakukan perbaikan agar perekonomian menjadi lebih baik. Dia menyebut, hal ini dapat dilihat dari indeks kemudahan berusaha atau ease of doing business (EODB) di Indonesia yang naik ke posisi 72, bahkan mengalahkan China. 

"EODB ini artinya, kalau mau izin enggak usaha, enggak usah kemana-mana, enggak ada palak sana sini. Kalau mudah, saya mau bikin cafe, startup, youtube, itu mudah. Dan hasilnya dapat dinikmati rakyat dan negara dapat reward," jelasnya. 

(kumparan.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini