Soal Impor Beras, Satgas Pangan Polri Sebut Bulog Kekurangan Stok

Redaksi Redaksi
Soal Impor Beras, Satgas Pangan Polri Sebut Bulog Kekurangan Stok
(Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Irjen Pol Setyo Wasisto di gedung BEI

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dipastikan mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand. Hal tersebut karena adanya kekurangan stok yang membuat lonjakan harga beras kualitas medium hingga Rp 12.000 perkilogram di pasaran. Padahal harga eceran tertingginya hanya Rp 9.400.

Kekurangan ketersediaan beras di pasaran ikut dipantau Satgas Pangan Polri. Ketua Satgas Pangan yang juga Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyebutkan, terbatasnya jumlah beras di pasar akibat sebab hasil panen tidak sesuai dengan target pemerintah, bukan akibat spekulan. 

"Saya bisa pastikan tidak ada penimbunan," kata Setyo di BEI, Jakarta Selatan, Senin (15/1).

Setyo bahkan mengaku sudah diajak Menteri Pertanian Amran Sulaiman melihat panen padi di Karawang, Jawa Barat, agar bisa melihat kondisi di tingkat petani. Kekurangan ketersediaan beras dari petani, dijelaskan Setyo, membuat pedagang tidak berani menyimpan hasil panen untuk awal tahun ini. 

"Stoknya di pedagang pasti sudah tidak ada, karena di pedagang sudah nggak ada yang berani nyetok sekarang, karena pertimbangan-pertimbangan modal menggunakan bunga bank. Kalau disimpan lama pasti rusak dan mau dijual harganya sudah ditetapkan HET," katanya.

Selain itu, ketersediaan beras di Bulog juga dianggap belum memadai. Setyo menyebutkan, saat ini stok di Bulog hanya ada 900 ribu ton, sedangkan kebutuhan Indonesia 2,5 juta ton. 

Kementerian Perdagangan telah membuka keran impor beras dari Vietnam dan Thailand. 

Sebanyak 500.000 ton beras impor itu dipastikan akan datang akhir Januari ini. Keputusan impor beras ini diambil Kemendag setelah operasi pasar yang dilakukan Perum Bulog sejak akhir 2017 lalu gagal meredam kenaikan harga beras.

(kumparan.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini