Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (28/10/2019)(KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI)Selain Mahfud MD, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo juga akan tetap melanjutkan program Susi Pudjiastuti, Menteri KKP sebelumnya. Yakni terkait dengan penenggelaman kapal asing.
Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kedaulatan laut RI.
"Oh ya iya dong (tetap melakukan penenggelaman kapal asing). Kan penenggelaman kapal dilakukan untuk menjaga kelautan negara. Kalau kapal begitu (menangkap ilegal) lagi, ya kita tenggelamkan lagi. Kenapa harus takut?" kata Edhy saat menemui nelayan di Muara Angke, Jakarta, Senin (28/10/2019).
Tak hanya berpikir tentang cara menenggelamkan kapal asing, ia juga memikirkan cara selanjutnya guna menjaga eksistensi laut Indonesia.
Cara tersebut adalah seperti memperkuat internal Kementerian Kelautan dan Perikanan serta memperketat pengawasan laut oleh Satuan Tugas (Satgas) 115.
Menkes akan serahkan gaji pertama untuk BPJS Kesehatan

Menteri Kesehatan, Terawan sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO) Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengungkapkan bahwa ia akan menyerahkan gaji pertama sebagai menteri kepada BPJS Kesehatan.
Hal itu dilakukan Terawan untuk mengatasi defisit program jaminan kesehatan nasional.
Berdasarkan tayangan pemberitaan Kompas TV, Sabtu (25/10/2019), Terawan juga turut mengajak para pegawai Kementerian Kesehatan untuk melakukan gerakan aksi moral tersebut.
"Untuk memberikannya kepada BPJS dan silakan BPJS yang mengaturnya supaya tidak ada persoalan kesalahan dalam peraturan dan ketentuan," kata dia.
Menteri Agama akan lawan radikalisme

Menteri Agama, Fachrul Razi sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO) Menteri Agama Jenderal (purn) Fachrul razi mengaku akan melawan radikalisme.
Hal tersebut ia ungkapkan setelah dirinya dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Agama, Rabu (23/10/2019).
Namun, ia belum dapat mengutarakan langkah-langkah yang akan diambil guna melawan radikalisme.
Kendati demikian, dirinya akan mempelajari serta menganalisa situasi terlebih dahulu.
(kompas.com)
Tag: