Rachmawati Soekarnoputri: Penggusuran Luar Batang Tindakan Otoriter

Redaksi Redaksi
Rachmawati Soekarnoputri: Penggusuran Luar Batang Tindakan Otoriter
Republika/Agung Supriyanto
Warga Kampung Luar Batang korban penggusuran melintas diantara reruntuhan di Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (19/4).
JAKARTA - Putri Presiden Sukarno, Rachmawati Soekarnoputri mengatakan, penertiban yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta di Kampung Luar Batang sebagai tindakan otoriter. Sebab, Indonesia adalah negara demokrasi, namun sikap main gusur menurut dia adalah perbuatan tirani dan bisa disebut diktator mayoritas.

Ia mengatakan, penggusuran sebenarnya untuk menyejahterakan atau menyengsarakan rakyat. Jika menyejahterakan rakyat seharusnya penertiban dilakukan secara komprehensif.

"Semua memang tanah negara, namun semuanya diatur oleh hak milik, hak guna bangunan, hak pakai boleh-boleh saja," kata dia kepada wartawan usai berdialog dengan warga Kampung Luar Batang, Jumat (29/4).

Pemilik nama lengkap Diah Pramana Rachmawati Soekarnoputri ini berpendapat, sebaiknya Pemprov DKI berdiskusi dengan warga. "Harus tahu sebelumnya. Paling tidak di sini ada perwakilan-perwakilan dari komunitas atau tokoh-tokohnya, harus dilibatkan," kata dia.

Mantan menteri olahraga, Adhyaksa Dault yang turut hadir dalam dialog dengan warga Kampung Luar Batang menambahkan, pemimpin harus berdialog dengan warganya.(ROL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini