Pecat RT dan RW, Ahok Dianggap Tak Hargai Kedaulatan Rakyat!

Redaksi Redaksi
Pecat RT dan RW, Ahok Dianggap Tak Hargai Kedaulatan Rakyat!
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (foto: Antara)
JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mengatakan, pemecatan Ketua RW 012 Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat membuktikan bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak menghargai Kedaulatan rakyat.‎

"‎Wewenang pemecatan itu sebenarnya enggak ada karena rakyat yang memilih Ketua RT dan RW. Kalau memecat RT dan RW berarti Ahok tidak menghargai bahwa kedualatan itu berada di tangan rakyat," tegas Emrus saat berbincang dengan Okezone, Senin (30/5/2016).

Emrus menjelaskan, seharusnya Ahok berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak melakukan pemecatan. Sebab menurut dia, mantan Bupati Belitung Timur tersebut telah membuat kesalahan fatal, lantaran tidak menghargai jabatan‎ Ketua RT dan RW yang merupakan pilihan rakyat Ibu Kota itu sendiri.

"Kalau Pak Ahok yang mengangkat itu baru boleh asal pecat. Seharusnya mikir dahulu sebelum bertindak," terang Emrus.

Ia menambahkan, institusi RT dan RW merupakan‎ organisasi masyarakat yang langsung dipilih oleh para warganya. Seharusnya, Ahok mengerti jabatan politis tersebut lantaran tidak berada di bawah kewenangan Pemprov DKI.

"‎Jabatan RT atau pun RW itu seperti ormas bukan pimpinan seperti di bawah Pemprov DKI. Oleh karena itu dipilih oleh rakyat bukan pilihan Ahok yang bisa mengangkat itu. Harusnya tahu diri lah Pak Ahok," pungkas Emrus.



(fid/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini