Pak Jokowi, Jadikah Warga +62 Diberi Voucher Makan Gratis?

Redaksi Redaksi
Pak Jokowi, Jadikah Warga +62 Diberi Voucher Makan Gratis?
(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Penukaran Uang

JAKARTA - Pada saat pertama kali program pemulihan ekonomi nasional (PEN) disosialisasikan kepada publik, sempat ada wacana dari pemerintah untuk memberikan stimulus berupa voucher makanan melalui online beserta dukungan sektor pariwisata senilai Rp 25 triliun.

Kendati demikian, hingga saat ini, rencana pemberian voucher makanan itu belum juga direalisasikan. Apakah Indonesia akan merealisasikan voucher makanan online dalam waktu dekat?

Staf Ahli Bidang Keuangan Negara kementerian Keuangan Kunta Wibawa mengatakan, tidak menutup kemungkinan pemberian voucher makanan online dilakukan.

"Kita monitor terus, tidak hanya the bottle necking, tapi juga perubahan program dan apa ada usulan-usulan baru," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (30/7/2020).

Baca: Bisa Ditiru! Austria Bagi-bagi Voucher Makan ke Warga

Kunta mengakui, pemerintah saat ini sedang merancang beberapa program baru yang kemungkinan akan direalisasikan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

"Banyak [program baru], tapi belum boleh publish," kata dia melanjutkan.

Apabila pemberian voucher makanan online itu direalisasikan di Indonesia, pemerintah juga sebenarnya turut mendukung atau menggerakkan lagi bisnis-bisnis masyarakat warga Indonesia, terutama mereka yang memiliki industri makanan yang mereka perdagangkan melalui online.

Indonesia bisa meniru Austria yang sudah terlebih dahulu memberikan stimulus berupa voucher makanan kepada masyarakatnya.

Pemerintah Austria di bawah kepemimpinan Presiden Alexander Van Der Bellen membagikan vocuher makan sebesar 50 euro atau sekitar Rp 858.000 (kurs Rp 17.168/euro), untuk tiap keluarga di ibu kota Wina untuk dibelanjakan di restoran atau kafe setempat.

Untuk mereka yang single, voucher makan juga akan diberikan sebesar US$ 25 euro atau Rp 429.000. Nantinya, restoran akan menukar dengan uang tunai.

Dalam pengumumannya melalui media sosial, Wali Kota Wina Michael Ludwig mengatakan strategi ini adalah bagian dari stimulus US$ 40 juta euro atau Rp 687 miliar.

(CNBCIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini