Mohon Maaf BPJS Tak Tanggung Pasien Positif Corona, Kenapa?

Redaksi Redaksi
Mohon Maaf BPJS Tak Tanggung Pasien Positif Corona, Kenapa?
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Antrian Pasien BPJS Kesehatan

JAKARTA - BPJS Kesehatan ternyata tidak menanggung pasien yang positif terkena virus corona (Covid-19). Apa alasannya?

"Penyakit corona tidak dicover BPJS Kesehatan karena masuk ke penyakit yang dapat menimbulkan wabah," tulis BPJS Kesehatan, Selasa (3/3/2020).

Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01/07/MENKES/104/2020.

"Segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan ditanggung Kemenkes, Pemda, dan atau Sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," tulis BPJS kembali.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Hotline 021-5210411 dan 081212123119 atau Halo Kemkes di 1500567 atau kemkes.go.id.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf menjelaskan, penjaminan pelayanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam Pasal 52 Ayat (1) Poin (o) terkait Manfaat Yang Tidak Dijamin disebutkan salah satunya adalah pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah.

"Saat ini Menteri Kesehatan telah menetapkan bahwa Virus Covid-19 sebagai wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Tentu di luar penyakit/pelayanan kesehatan akibat Virus Covid-19 dan kasus suspek Virus Covid-19, tetap dijamin BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Iqbal.

Iqbal juga menambahkan, BPJS Kesehatan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan terkait ketentuan yang ada dalam Kepmenkes tersebut. Peserta juga dihimbau untuk tidak ragu mengontak Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) apabila memerlukan pelayanan kesehatan.

"Kami menghimbau khususnya FKTP untuk lebih memberikan perhatian khusus terhadap peserta JKN-KIS yang menunjukan gejala-gejala yang terindikasi diagnosis penyakit akibat Virus Covid-19. FKTP juga diharapkan lebih proaktif untuk memantau kondisi kesehatan peserta JKN-KIS, mengingatkan serta memberikan edukasi terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat. Hal tersebut merupakan salah satu komitmen FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan," ujarnya

Sementara itu, Iqbal menghimbau masyakarat untuk terus menerapkan pola hidup bersih sehat sebagai bentuk kewaspadaan terhadap menularnya penyakit tersebut.

"Membiasakan diri makan makanan sehat seperti buah dan sayuran, minum air putih, mencuci tangan sebelum makan, olah raga dan istirahat cukup saat ini penting dilakukan agar daya tahan tubuh kita kuat untuk menangkal ancaman virus dan penyakit. Selain itu, gunakan masker apabila memang sakit agar tidak menularkan ke orang lain," kata Iqbal.

(cnbcindonesia.com)

188 ABK World Dream di Sebaru Kecil Negatif Corona

Kementerian Kesehatan menyatakan 188 ABK World Dream di Pulau Sebaru Kecil tak ada yang mengidap virus corona (ANTARA FOTO/Dispenal)

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menyatakan 188 anak buah kapal World Dream yang diobservasi di Pulau Sebaru Kecil tidak ada yang terinfeksi virus corona (Covid-19). Kesimpulan diperoleh dari hasil pemeriksaan spesimen 188 WNI tersebut.

"Yang 188 ABK kapal World Dream sudah selesai kita periksa semua dan seluruhnya negatif," kata juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona Achmad Yurianto di kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa (3/3).

Sementara untuk 69 ABK kapal Diamond Princess yang juga menjalani karantina di Pulau Sebaru Kecil, Yurianto menyatakan 67 orang dinyatakan negatif. Sementara dua lainnya, sedang dilakukan pemeriksaan ulang.

"Sementara dari kapal Diamond Princess 69 spesimen yang sudah kita terima, kita masih melakukan pendalaman untuk 2 spesimen yang belum. Berarti dari 69 sudah ada 67 yang sudah jelas negatif. Dua masih kita ulang lagi," pungkasnya.

Yurianto menjelaskan bahwa pemeriksaan spesimen dilakukan dengan sejumlah tahap. Biasanya diterapkan kepada orang yang sudah mengidap gejala virus corona atau suspect.

Suspect corona sendiri adalah istilah medis yang menyatakan seorang pasien diduga mengidap corona, tapi belum bisa dipastikan positif atau negatif.

Para ABK World Dream dan Diamond Princess memang belum berstatus suspect. Namun, spesimen mereka perlu diperiksa lantaran berada dalam satu kapal dengan penumpang lain yang positif mengidap virus corona.

"Pemeriksaan spesimen itu diambil dari dinding belakang hidung. Jadi, teknisnya itu seperti menggunakan cotton bud, panjang gitu, terus dimasukkan sampai mentok, diukrek, diambil. Kemudian diambil lagi dari mulut, terus sampai belakang, diukrek, terus diambil," kata Yurianto.

"Dan kemudian di RS rujukan diambil dengan bronkoskop, ada alat yang dimasukkan ke dalam saluran napas sampai ke dalam paru-paru, diambil sedikit cairannya, dikeluarkan lagi. Ini yang disebut spesimen. Spesimen ini dibawa ke laboratorium dan diperiksa," sambungnya.

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengarantina ratusan anak buah kapal World Dream dan Diamond Princess di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Mereka dikarantina untuk diobservasi terkait virus corona. Ada 69 ABK Diamond Princess dan 188 ABK World Dream yang dikarantina di sana.


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini