Komentar Warga soal Pembangunan Gedung Parkir Otomatis

Redaksi Redaksi
Komentar Warga soal Pembangunan Gedung Parkir Otomatis
Foto: Reuters
Ilustrasi
BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung berencana membangun gedung parkir otomatis di kawasan Gelapnyawang, Kota Bandung, Jawa Barat. Keberadaan gedung parkir tersebut diharapkan bisa meminimalisasi parkir liar dan kemacetan.

Jika gedung parkir otomatis tersebut beroperasi baik, maka akan menjadi percontohan untuk dikebangkan di lokasi lain. Sehingga pelan-pelan tidak ada lagi parkir liar. Lantas, apa komentar warga atas rencana tersebut?

"Saya setuju dengan pembangunan gedung parkir itu karena akan mengurangi kendaraan yang parkir sembarangan di pinggir jalan," ujar seorang warga Bandung, Sudrajat (55).

Namun ia berharap rencana itu bukan sekadar wacana, seperti terjadi pada pemerontahan pemkot sebelumnya.

Warga Bandung lainnya, Risanti (24), juga setuju dengan rencana tersebut. "Asal tujuannya baik, untuk menghalau parkir liar, saya setuju," ungkapnya.

Hal terpenting, kata dia, keberadaan gedung parkir itu harus disosialisasikan kepada warga. Tindakan tegas juga harus dilakukan agar pemilik kendaraan mau menggunakan fasilitas gedung parkir.

"Pokoknya gedung parkir ini harus jadi. Kan pemkot punya banyak rencana untuk memperbaiki Kota Bandung. Jadi gedung ini harus bisa direalisasikan," tuturnya.

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Agnes Amalia Wahyuni (23). Ia sependapat bahwa gedung parkir bisa mengurangi tingkat kemacetan. "Sebagian besar macet di Bandung gara-gara parkir liar," cetusnya.

Selain itu, keberadaan gedung parkir akan membuat Kota Bandung tampak lebih modern.

Namun, Zanzabilla Kamila (24) justru tidak setuju dengan rencana tersebut. Daripada membuat gedung parkir, ia lebih setuju pemkot menggalakkan one day no car atau sehari tanpa mobil. Solusi lainnya adalah membenahi transportasi umum untuk menekan banyaknya kendaraan yang parkir sembarangan.

Agar lebih efektif, lanjut dia, para PNS juga disarankan tidak memakai kendaraan sendiri satu hari dalam sepekan. "Mereka jangan pakai kendaraan pribadi, tapi pakai kendaraan umum," pungkasnya.


(ton/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini