Kesal RI Harus Impor Pangan, Buwas Kenang Sukarno & Soeharto

Redaksi Redaksi
Kesal RI Harus Impor Pangan, Buwas Kenang Sukarno & Soeharto
Foto: Samuel Pablo

JAKARTA - Direktur Utama Bulog, Budi Waseso, mengatakan Indonesia kini tidak memiliki kedaulatan pangan. 

"Hari ini miris, Indonesia tidak punya kedaulatan pangan. Kita tidak bisa menjadikan pangan kita berdaulat karena hampir seluruhnya kita impor. Sukarno bilang Indonesia ini negara agraris yang kaya pangan dari Sabang sampai Merauke," katanya saat peluncuran Rumah Pangan Santri, Rabu (3/10/2018).

Dia juga menyinggung sektor pangan di zaman Presiden Soeharto yang bisa membantu negara lain.

"Di masa lalu, Pak Harto secara cuma-cuma membantu India, Vietnam. Mereka belajar di IPB. Sekarang kita impor dari Vietnam. Kan terbalik," kata Buwas, sapaan Budi Waseso.

Adapun Buwas berupaya untuk kembali membuat sektor pangan di Indonesia kembali berkembang, dengan menggandeng PBNU melalui Rumah Pangan Santri.

"Kami akan upayakan bantuan bagi pesantren-pesantren di bawah PBNU, 1 ton beras untuk dimanfaatkan. Kalau nanti terbangun jejaring saya, saya berkomitmen kita bisa menguasai pangan yang berkualitas dengan harga yang stabil."

Rumah Pangan Santri ini akan digunakan Bulog untuk mendistribusikan pangan ke seluruh Indonesia sehingga negeri ini memiliki ketahanan pangan. 

(cnbcindonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini