KPAI: Kekerasan Anak Jadi Wabah Luar Biasa

Redaksi Redaksi
KPAI: Kekerasan Anak Jadi Wabah Luar Biasa
Foto: Marieska/Okezone
Susanto
MARAKNYA kasus kejahatan seksual terhadap anak membuat para orangtua menjadi resah. Bahkan, lingkungan hingga sekolah sudah menjadi tempat yang tak aman bagi anak.
 
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan, kejahatan seksual yang menjadikan anak sebagai korban sudah menjadi wabah yang luar biasa. Indonesia menjadi negara pelecehan anak tertinggi dengan satu pelaku yang melecehkan anak dalam jumlah fantastis.

"Yang pertama, kita melihat bahwa kejahatan seksual jadi wabah luar biasa. Kasus Emon di Sukabumi, kami kategorikan sebagai pelaku melampaui batas-batas normal saat ini. KPAI semenjak 2003 belum menemukan satu pun pelaku sampai sejumlah dilakukan Emon. Paling sekitar lima anak. Prediksi dari Kapolres bisa 100-an lebih, tertinggi di antara negara lain," katanya saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Lapas Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, Selasa, 6 Mei 2014.

Jika anak sebagai pelaku, kata Susanto, maka dia harus tetap mendapatkan hak pendidikan. Salah satunya mengikuti UN, meski sudah di penjara.

"Artinya, masalah kriminal proses hukum berjalan. Pendidikan itu penting bagi karier mereka," katanya.

Susanto menilai, selama ini kecenderungan masyarakat dan pemerintah masih abai terhadap potensi kekerasan anak. Sehingga diperlukan adanya sistem deteksi dini yang dibangun oleh masyarakat dan orangtua.

"Ada kecenderungan bahwa pemerintah perlu melakukan sistem deteksi dini di lingkungan kita. Saat ini kalau ada kasus, diketahui polisi baru dilibatkan. Seharusnya ada deteksi, penanganan kasus, lalu preventif oleh keluarga," tegasnya.
(tty/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini