Jokowi Akui Siapkan Skenario Pelonggaran PSBB

Redaksi Redaksi
Jokowi Akui Siapkan Skenario Pelonggaran PSBB
Lukas - Biro Setpres)
Presiden Joko Widodo mengakui menyiapkan skenario pelonggaran PSBB. (

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui tengah mempersiapkan skenario pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam menekan penyebaran virus corona (Covid-19). Pelonggaran PSBB akan diputuskan setelah mempelajari fakta dan data yang ada di lapangan.

"Yang kami siapkan baru rencana atau skenario pelonggaran yang akan diputuskan setelah timing yang tepat dan melihat fakta, data-data di lapangan. Biar semua jelas. Kami harus hati-hati, jangan keliru kami memutuskan," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 melalui siaran akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/5).

Meskipun demikian, Jokowi menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan untuk melonggarkan pelaksanan PSBB. Mantan gubernur DKI Jakarta itu khawatir masyarakat keliru memahami wacana pelonggaran PSBB.

"Saya tegaskan belum ada kebijakan pelonggaran PSBB. Karena muncul, keliru di masyarakat bahwa pemerintah mulai melonggarkan PSBB. Belum. Belum ada kebijakan pelonggaran," ujarnya.

Jokowi mengatakan pemerintah masih fokus pada kebijakan larangan mudik dan pengendalian arus balik selama dua pekan ke depan. Mantan wali kota Solo itu telah memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar larangan mudik berjalan efektif.

"Perlu diingat yang dilarang itu mudiknya bukan transportasinya," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan pemerintah berencana melonggarkan penerapan PSBB beberapa waktu lalu. Tujuannya agar masyarakat tak terkekang dan dapat mencari nafkah.

Jokowi pun mengingatkan agar rencana pelonggaran penerapan PSBB di sejumlah daerah ini hati-hati dan tak tergesa. Sejauh ini terdapat 27 kabupaten/kota dan 4 provinsi yang telah menjalankan PSBB.

Ia juga telah menyampaikan agar masyarakat menyesuaikan dan hidup berdampingan dengan Covid-19 ketika mulai beraktivitas kembali. Menurutnya, hidup berdampingan dengan virus corona bukan berarti masyarakat menyerah, tetapi menjadi titik awal kehidupan baru.

Hingga kemarin, jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 17.514 kasus atau bertambah 489 kasus dari hari sebelumnya. Dari jumlah itu, 4.129 dinyatakan sembuh dan 1.148 orang lainnya meninggal dunia.

(CNNIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini