Habib Rizieq: Ada Gerakan yang Ingin Adu Domba Umat Islam!

Redaksi Redaksi
Habib Rizieq: Ada Gerakan yang Ingin Adu Domba Umat Islam!
Foto: Okezone
Imam Besar FPI, Habib Rizieq

JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Sihab mengungkapkan, bahwa adanya gerakan siluman yang ingin mengadu domba umat Islam di Indonesia.

"Ada gerakan siluman yang ingin adu domba kita semua. Mereka ingin adu domba kiyai dengan pemerintah. Sehingga yang ada di benak pemerintah kita ini lawan. Kita enggak boleh terprovokasi, Takbir!," kata Rizieq dalam orasinya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (11/2/2017).

Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional ‎Pengawal Fatwa MUI itu juga menerangkan, peristiwa tiga kali serangan bom molotov di Posko FPI dilakukan untuk memprovokasi umat Islam. Karena itu, Rizieq mengimbau agar umat Islam tidak terpancing akan adu domba sesat tersebut.

"‎Tiga posko FPI di bom molotov. kami tahu itu provokasi supaya kami marah, tapi pada siapa? Kita enggak boleh terpancing. Kalau terpancing musuh kita akan senang karena berhasil adu domba kita," jelasnya.

Habib Rizieq meminta umat Islam Indonesia tidak terpecah belah dalam membela keyakinannya. Dia menjelaskan, bahwa pertemuannya bersama Menko Polhukam Wiranto pada Rabu 8 Februari 2017 juga membahas berbagai persolan t‎ersebut secara konperhensif.

"Kami beri gambaran yang komprehensif tentang apa itu aksi 212‎," imbuhnya.

Rizieq menambahkan, bahwa dialog bersama pemerintah akan terus dilakukan sampai terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat hukuman maksimal. ‎Oleh sebab itu, pertemuan antara GNPF-MUI bersama mantan Panglima ABRI itu meminta komitmen untuk menegakkan hukum tanpa rekayasa kepada Ahok.

"Pemerintah juga bekerjasama dengan ulama dalam menjaga NKRI. Beliau (Wiranto) juga sepakat dialog akan berlanjut karena tidak cukup sampai di sini," imbuhnya.

Ia menambahkan, dialog antar GNPF-MUI dan pemerintah akan terus berjalan hingga "musuh" keluar dari sarangnya. Sehingga, ujar Habib Rizieq, umat Islam akan tahu kepada siapa mereka harus "berperang".

"‎Karena itu saya minta ulama, habaib, semua jaga diri, jaga umat. Saya juga minta pemerintah agar tidak tunjukkan langkah provokator seperti kriminalisasi ulama, memfitnah ulama, memproses ulama sana sini seperti tersangka. Kalau dibiarkan akan jadi provokasi karena ulama sulit berikan pengertian pada umat‎," tandasnya.

(wal/okezone)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini