Diduga Rugikan Negara Ratusan Triliun, Ini Penjelasan Polri soal PT Tiga Pilar Sejahtera

Redaksi Redaksi
Diduga Rugikan Negara Ratusan Triliun, Ini Penjelasan Polri soal PT Tiga Pilar Sejahtera
(Foto: Antara)
Beras yang jadi barang bukti diberi garis polisi

JAKARTA - Sekira 1.161 ton beras milik PT Indo Beras Unggul (PT IBU) disita oleh Satgas Pangan saat melakukan penggerebekan di pabrik PT IBU, Bekasi, Kamis 20 Juli 2017. Saat itu, penggerebekan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan menyatakan kerugian negara mencapai ratusan triliun dalam kasus ini.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan kerugian negara ratusan triliun yang disebutkan Kapolri itu sejak PT Tiga Pilar Sejahtera (PT TPS) perusahaan induk dari PT IBU beroperasi.

"Itu kalau dihitung dari sejak adanya PT TPS. PT TPS itu mengakuisisi, mengambil alih penggilingan-penggilingan, atau rice milling yang kecil-kecil di daerah Bekasi, Kerawang, kemudian Sragen dari tahun 2010. Jadi kalau 2010 dihitung dari situ ya memang lumayan besar (kerugian negara)," kata Setyo yang juga Ketua Satgas Pangan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2017).

PT TPS dan anak perusahaannya PT IBU dan PT Sakti membeli harga gabah kering panen Rp4.600, padahal harga ketetapan pemerintah tertinggi Rp3.700. Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi ke petani tiap tahunnya Rp30 triliun.

"Pemerintah menyubsidi di hulu seperti bibit dan pupuk ke gapoktan. Dari subsidi diharapkan semuanya menikmati nih yang tengah mendapatkan keuntungan yang wajar, konsumen juga membeli pada harga katakanlah kalau premium mungkin Rp11.000, Rp12.000 masih wajar per kg ya," katanya.

Beras premium yang dijual PT TPS dan anak perusahaannya tergolong mahal. Berdasarkan data dan fakta di lapangan, beras produk PT IBU dan PT SAKTI dijual ditingkat konsumen dengan harga yaitu merek Ayam Jago Rp102.000/5 kg = Rp 20.400/kg; merek Maknyuss Rp68.500/5 kg = Rp13.700/kg; merek Jatisari Rp 65.900/5 kg = Rp13.180/kg; merek Rumah Adat Rp101.500/5 kg = Rp20.300/kg; merek Desa Cianjur Rp101.500/5 kg = Rp 20.300/kg.

"Ini sudah tidak wajar keuntungannya. Kalau mereka berdalih ini biaya produksi tidak bisa," katanya.

Tidak hanya mengambil keuntungan yang besar, akan tetapi PT TPS juga diduga membohongi publik di mana nilai gizi yang dicantumkan dalam kemasan tidak sesuai dengan semestinya.

Berdasarkan hasil laboratorium beras produksi PT IBU merek Ayam Jago mencantumkan kadar protein sebesar 14% sementara hasilnya hanya 7,72%. Lalu kadar karbohidrat tercantum 25% sementara hasilnya lebih besar yakni 81,47%. Selanjutnya kadar lemak tercantum 6% namun nilainya lebih kecil hanya 0,38%.

Selanjutnya untuk beras merek Maknyuss dalam kemasannya juga mencantumkan kadar protein sebesar 14% padahal nilainya lebih kecil yakni 7,72%. Kadar karbohidrat sebesar 27% padahal nilainya lebih besar yakni 81,47%. Untuk kadar lemak tercantum 0% padahal lebih besar yaitu 0,44%.

(ulu/okezone)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini