DPR: Tak Ada Amdal dalam Reklamasi Teluk Jakarta!

Redaksi Redaksi
DPR: Tak Ada Amdal dalam Reklamasi Teluk Jakarta!
Okezone
Reklamasi Teluk Jakarta
JAKARTA – Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, memastikan tidak ada analisis dampak lingkungan (amdal) dalam pembangunan megaproyek reklamasi di Teluk Jakarta.

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, seharusnya izin proyek reklamasi di pesisir Ibu Kota dilakukan oleh pemerintah pusat, karena kawasan pantai utara Jakarta tersebut berada dalam kawasan strategis nasional.

"Seharusnya itu berada di ‎kawasan strategis nasional dan kewenangan izin ada di pemerintah pusat, tapi tidak dilibatkan. Dan yang paling miris itu dalam tinjauan di lapangan semua kegiatan infrastruktur tidak ada amdal," tegas Gus Irawan dalam acara Live Streaming Redbons Discussion bertajuk `Mega Skandal Reklamasi Teluk Jakarta` di Kantor Redaksi Okezone, Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2016).

Mantan calon Gubernur Sumatera Utara itu men‎jelaskan, proyek reklamasi Teluk Jakarta juga mendapat penolakan dari pemerintah daerah lainnya, seperti Banten dan Jawa Barat, lantaran megaproyek pembangunan 17 pulau baru itu mengambil pasir dari sana.

"‎Pemerintah Daerah Banten dan Jabar ternyata sangat berkeberatan. Sebab, mereka menanggung hal itu (proyek reklamasi). Ada 3.000 truk setiap hari di Jabar keluar-masuk untuk menimbun reklamasi di Pantura Jakarta dan semua pasir itu ilegal," ungkap Gus Irawan.

Pria asal Tapanuli Selatan, Sumut, tersebut me‎nyatakan tidak mengharamkan adanya reklamasi di Indonesia. Sebab, reklamasi merupakan proyek halal karena ditentukan melalui undang-undang.

"‎Reklamsi bukan barang haram, dan pada minggu lalu kita telah berkoordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup. Kita akan kaji secara kooperhensif sesuai ketentuan yang berlaku dan UU," tandasnya.



(sal/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini