DPR: Rantai Kekerasan di STIP Harus Diputus

Redaksi Redaksi
DPR: Rantai Kekerasan di STIP Harus Diputus
Foto:Okezone
Ilustrasi Gedung DPR
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Hanif Dhakiri menyayangkan insiden penganiayaan yang terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Marunda, Jakarta Utara. Dimana, akibat insiden itu, seorang mahasiswa, Dimas Dikita Handoko (19), meninggal dunia akibat dipukuli seniornya.

Menurut dia, perlu ada evaluasi yang dilakukan, terutama di STIP, yakni pertama yang perlu dibenahi persoalan kelembagaan. "Perguruan tinggi itu harus dibuat satu pintu di bawah Kemendikbud. Jadi nanti operasionalnya itu bisa berkordinasi dengan Kemenhub, atau misal sekolah lain bisa koordinasi dengan kementerian teknisnya," kata Hanif kepada Okezone, Sabtu (27/4/2014).

Hal itu perlu dilakukan, agar manajamen perguruan tinggi bisa dikontrol langsung. Kemudian, politikus asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, tradisi militerisasi itu juga harus diamputasi. "Kesan saya sekolah pelayaran atau macam IPDN itu cara-cara membangun disiplinnya secara militeristik. Ini menimbulkan benih-benih kekerasan di dalam kampus," tandasnya.

Walau, tujuan awal dari cara itu baik yakni ingin membangun disiplin, tetapi sebaiknya pendekatannya tidak dilakukan dengan cara seperti itu. "Kalau pendekatannya seperti jadi kontraproduktif, jadi pendekatan seperti ini harus di eleminasi," tuturnya.

Selain itu, ujar Hanif, relasi senior dengan junior juga harus dikontrol, mengingat, pola kekuasaan antara senior dan junior bila tida diperhatikan bakal menjadi seperti lingkaran setan. Misal, si senior merasa ketika masih menjadi junior diperlakukan dengan keras oleh seniornya dulu.

Lalu, ketika dia menjadi senior tentu akan melakukan hal serupa terhadap juniornya, dan bisa dikatakan sebagai bentuk balas dendam yang sudah membudaya. "Jadi ini kan seperti rantai kekerasan yang harus diputus," pungkasnya.


(ydh/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini