Anak Tentara di Salatiga Jadi Korban Salah Tangkap Polisi

Redaksi Redaksi
Anak Tentara di Salatiga Jadi Korban Salah Tangkap Polisi
ilustrasi
SALATIGA - Profesionalitas kepolisian kembali dipertanyakan. Di Salatiga, Jawa Tengah, seorang anak di bawah umur menjadi korban salah tangkap. Parahnya, korban yang masih duduk di bangku SMP itu digelandang dari sekolah oleh polisi saat menjelang jam pelajaran dimulai.

Caesar Alif Arya Pradana (15), siswa Kelas IX-G SMP 4 Salatiga, saat ini masih terbaring lemah di RS Dr Asmir DKT Salatiga untuk menjalani perawatan. Korban mengaku masih shock karena ditangkap dengan cara yang brutal, yakni tangan diborgol dan mulut serta matanya dilakban. Dia ditangkap dengan cara itu di hadapan teman-teman sekolahanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Alif menjadi korban salah tangkap oleh empat anggota Satuan Serse Polsek Tingkir, Kamis (18/9/2014) pukul 06.30 WIB. Kasus ini baru tercium oleh media setelah korban menjalani perawatan medis di RS Dr Asmir DKT Salatiga, Jumat (19/8/2014).

Alif didampingi ayahnya, Kapten Giarno, anggota TNI dari Satuan Detasemen Perbekalan dan Angkutan (Den Bekang) Kodam IV Diponegoro, menuturkan, pada Kamis (18/9/2014) pagi sekitar pukul 06.30 WIB, ia tiba di sekolah. Saat masuk kelas, selang beberapa menit kemudian, tiba-tiba ada dua pria mendekatinya.

"Waktu itu saya tiba di sekolah jam 06.30 WIB. Saat masuk kelas, tiba-tiba ada dua pria mendekati saya. Tanpa penjelasan, tahu-tahu langsung menggeledah tas saya," kata Alif.

Setelah menggeledah tas korban, polisi lantas membawa Alif ke dalam mobil dengan kondisi diborgol. Di dalam mobil, korban dianiaya oleh empat anggota polisi. Mereka memaksa korban untuk mengakui terlibat dalam pencurian sepeda motor. Koban kemudian dibawa berputar-putar ke sejumlah tempat, kemudian diinterogasi dan dianiaya lagi. Sekitar pukul 09.00 WIB, korban baru dikembalikan ke sekolah.

Sementara itu, Wakil Kepala Polres Salatiga, Kompol Yunaldi saat dikonfirmasi mengakui kesalahan memang berada di anggota kepolisian. Namun proses penangkapan sudah prosedural, meskipun cara interogasi yang salah karena dengan kekerasan.

"Kami sudah meminta maaf kepada orangtua korban dan Binmas Polres Salatiga sudah mendatangi sekolah SMP 4 Salatiga untuk meminta maaf," kata Kompol Yunaldi.

Dijelaskannya, anggota Polsek Tingkir yang melakukan kesalahan sudah diproses dan ditangani Provost.

sumber: kompas.com

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini